Purnawirawan Polisi Korban Perampokan Meninggal Dunia, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Pemakaman Wantoro, Pensiunan Polisi yang meninggal akibat luka bacokan oleh kawanan perampok (dok. KM)
Pemakaman Wantoro, Pensiunan Polisi yang meninggal akibat luka bacokan oleh kawanan perampok (dok. KM)

CIGOMBONG, BOGOR (KM) – Setelah menjalani perawatan intensif di RS. Medicare Cicurug selama beberapa hari, Wantoro, seorang Purnawirawan Polisi korban penganiayaan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Selasa (6/4/16) malam lalu, di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/4/16) dini hari.  Jenazah pensiunan instruktur di Sekolah Kepolisian Negara berpangkat Perwira Menengah ini dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (Tpu) Perumahan Lido Permai Ciburuy, Minggu siang.

Almarhum Letnan Satu (istilah kepangkatan pada masanya, red) Purnawirawan Polisi Wantoro dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sejumlah luka bacokan di kepala dan beberapa bagian ditubuhnya,  saat melakukan perlawanan terhadap aksi kawanan perampok, yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Aksi kawanan perampok bersenjata tajam itu diketahui tetangga almarhum yang mendengar suara gaduh dari dalam rumah korban.

Lusy, salah satu anak korban menuturkan, ayahandanya meninggal dunia pada minggu dini hari sekitar pukul 4.30 wib. Dikatakannya, almarhum mengalami luka bacokan cukup serius di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. “Minggu subuh, bapak meninggal dunia, selain atas kuasa Allah juga akibat luka luka yang dideritanya”, katanya.

Advertisement

Menurut Lusy, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati, taat beribadah dan diakuinya cenderung tertutup dalam hal apapun. Semasa dinasnya sebagai Instruktur di SPN Lido yang kini dikenal Sekolah kePolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), almarhum Wantoro dikenal sebagai sosok yang disiplin dan fokus pada pekerjaannya. “Bapak itu kalau selesai dinas langsung pulang dan gak kemana mana selain urusan kerja. Ya, bisa dibilang bapak itu orang rumahan”, imbuh Lusy.

Keluarga almarhum Wantoro berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang pelaku dibalik peristiwa berdarah yang menimpa keluarganya. “Kami sudah ikhlas atas kepergian bapak,  tapi kami sangat geram atas apa yang telah dilakukan para pelaku. Kami berharap kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap apa motifnya dan siapa pelaku keji yang membunuh bapak kami”, tandas keluarga korban lainnya. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*