PT. JDG Ganti Rugi Kematian Ikan Para Petani

Petani ikan di Pamijahan mengumpulkan ikan-ikan mati untuk menuntut ganti kerugian kepada PT. JDG (dok. KM)
Petani ikan di Pamijahan mengumpulkan ikan-ikan mati untuk menuntut ganti kerugian kepada PT. JDG (dok. KM)

PAMIJAHAN (KM) – Menerima laporan dari para petani ikan tentang adanya kematian ikan akibat keruhnya air sungai Cianteun yang bercampur lumpur akibat dampak longsor di area Head Phone, Senin (25/4), yang masuk ke kolam/raning milik para petani, pihak PT. JDG langsung memberikan uang ganti rugi atas kematian ikan-ikan tersebut.

Para petani berusaha mengumpulkan ikan-ikan yang mati untuk didata dan diserahkan ke pihak perusahaan PT. JDG untuk meminta pertanggungjawaban atas kematian ikan-ikan mereka

“Sengaja kita kumpulkan sebagai bukti, agar tidak ada kecurigaan penggelembungan data kematian ikan seperti tragedi longsor 22 November tahun lalu yang banyak membunuh ikan-ikan kami, yang sekarang belum ada kepastian ganti rugi dari pihak perusahaan PT. JDG,” kata H. Acek, petani ikan.

Pihak Pt. JDG yang di wakili Chief Security Bajri segera meminta data valid jumlah kematian ikan kepada para petani, sebagai dasar estimasi berapa anggaran yang di butuhkan untuk mengganti kerugian kematian ikan para petani, dan sebagai laporan kepada pihak perusahaan PT. JDG.

Advertisement

“Ikan mati saya terima dari para petani ikan, jumlah ke seluruhan 172 kg dari 4 orang petani. Ikan mati di kolam milik H. Acek, Ikhsan, Odih dan Pardi. Alhamdulilah cepat tanggap infonya ada lumpur yang masuk ke kolam ikan milik para petani,” kata Bajri kepada Kupas Merdeka lewat media Whatsapp.

Lebih lanjut Bajri mengatakan, “Semua kerugian ikan mati di tanggung oleh PT. JDG, kita langsung ganti ke para petani, sedikit ini lah. Sekitaran Rp 670 ribu kita ganti dari total keseluruhan kematian ikan,” kata Bajri menambahkan.(Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. DPRD Kabupaten Bogor Tunjuk Walhi Sebagai Tim Independent Kaji Proyek PT. JDG – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*