Pesona Batu Raksasa dan Kuliner Sintang, Kalimantan Barat

Bukit Kelam, Sintang, konon merupakan batu terbesar di dunia (dok. KM)
Bukit Kelam, Sintang, konon merupakan batu terbesar di dunia (dok. KM)

SINTANG, KALIMANTAN BARAT (KM) –  Bagi para wisatawan yang datang ke Kalimantan Barat, ada tempat yang wajib untuk dikunjungi yakni kabupaten Sintang. Kabupaten Sintang merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Di sini anda bisa menemukan tempat wisata yang sangat menakjubkan, yakni Bukit Kelam.

Bukit Kelam adalah bukit batu yang memiliki ketinggian 936 mdpl yang menyajikan sebuah kemewahan alam yang sangat indah.

Bukit Kelam sangat cocok untuk  wisata petualangan, seperti trekking untuk mecapai puncaknya. Ketika sudah mencapai puncak, anda akan melihat kemewahan alam di sekitar Bukit Kelam yang tentunya sangat memukau.

Bukit Kelam ini juga diklaim merupakan bukit batu terbesar di dunia, walau dalam kenyataanya kalah terkenal dengan bukit batu yang terletak di australia yakni Ayers Rock yang notabene lebih kecil.

Dibalik keindahan dan kemewahan alam, Bukit Kelam memiliki sebuah legenda mengenai asal usul bukit batu raksasa ini. Hal itu diceritakan oleh warga setempat, Sumarwah (46) kepada KM.

“Legendanya, Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan nelayan di Sintang. Menurut cerita jika Bujang Beji ini penguasa sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai adalah penguasan Sungai Melawi. Bermula dari keirian sang Bujang Beji terhadap Tumenggung Marubai karena mendapat ikan lebih banyak, kemudian Bujang Beji ini berniat menutup aliran sungai Melawi dengan batu. Nah, berenanglah Bujang Beji sampai hulu Sungai Kapuas untuk mengambil batu besar dari puncak bukit.

Advertisement

“Ketika sedang dalam perjalanan membawa batu, Bujang Beji mendengar suara Dewi Surgawi yang menertawakanya, Bujang Beji pun mengangkat kepalanya untuk mencari sumber suara tersebut dan ketika itu dia tidak sengaja menginjak duri, kemudian batu yang dibawanya itu jatuh dan lama-kelamaan tumbuh menjadi batu gelap di bagian atasnya, dari situlah awal mula dinamakan Batu Kelam,” kisahnya.

Dalam kunjungan anda ke Sintang, jangan lupa juga mencicipi kuliner khasnya. Adapun makanan khas Sintang diantaranya Tempoyak, Pekasam, Sayur Asam pedas dan kerupuk basah.

Sayur Asam Pedas, salah satu kuliner khas Sintang, Kalimantan Barat (dok. KM)

Sayur Asam Pedas, salah satu kuliner khas Sintang, Kalimantan Barat (dok. KM)

Untuk tempoyak, bisa mudah ditemui pada musim durian, karena makanan ini berbahan dasar buah durian. Tempoyak ini biasanya diolah lagi menjadi masakan, dan yang paling populer adalah ikan patin masak tempoyak. (Budi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*