Sadarkan Pentingnya Belajar Bahasa Inggris, Guru Angel Terapkan “Approaching Method”

Ria Angelia bersama anak didiknya di SMK Citra Bangsa Kemang (dok. KM)
Ria Angelia bersama anak didiknya di SMK Citra Bangsa Kemang (dok. KM)

KEMANG (KM) – Ternyata, menjadi seorang pengajar siswa-siswi di sekolah bukan hal yang mudah. Butuh waktu dan perjuangan untuk menjadi profesi yang  sudah menciptakan orang-orang sukses di permukaan bumi ini.

Hal itu terungkapkan oleh salah satu guru bahasa Inggris di sekolah SMK Citra Bangsa, Kemang, Kabupaten Bogor.
Ria Angelia, jebolan IPB itu, menceritakan proses panjang perjalanan dirinya untuk menjadi seorang guru.”Menjadi seorang guru, terdorong karena keinginan  saya untuk berpartisipasi dalam dunia pendidikan. Setelah saya sering melihat fenomena pendidikan di pedesaan dengan sarana yang tidak memadai, namun semangat belajar para siswa sangat tinggi,” Angel, sapaan karibnya.

Sebelum menjadi guru, dirinya sempat  bekerja di salah satu Bank Swasta. Hingga akhirnya, dirinya pun mulai terdorong tuk menjalani kiprahnya di dunia pendidikan sebagai guru Bahasa Inggris. “Bahwa bahasa merupakan kunci untuk membuka gerbang cakrawala dunia,” katanya.

Angel mengatakan, dalam proses panjang selama dirinya mengabdikan diri untuk mendidik muridnya itu, terkadang rasa keluh dan jenuh nampak hadir di jiwanya.

Advertisement

“Masih banyak saja siswa yang belum menyadari arti pentingnya Bahasa Inggris, dengan menganggapnya sepele. Namun saya tetap bersemangat untuk selalu menyadarkan para siswa tersebut supaya sadar akan pentingnya Bahasa Inggris hari gini,” ujarnya.

Berbagai metode untuk mensiasati agar anak didiknya lebih mencintai pelajaran Bahasa Inggris, salah satunya dengan metode “approaching method” (metode pendekatan -red) agar para siswa lebih sadar akan pentingnya bahasa Inggris.

Angel menghimbau kepada para siswa siswi, dalam hal ini pelajar  SMK yang kendatinya masih mencari jati diri, agar lebih giat belajar untuk mengapai cita-cita serta prestasi.

“Yah sebaiknya jangan dulu merajut benang-benang asmara saat masih mengenakan putih abu-abu tersebut. Karena tak jarang siswa bermasalah di sekolah yang berujung pada kemalasan belajar ketika sudah memiliki pacar. Walaupun tidak selamanya pacar itu dapat menjadi motivasi belajar, namun ada baiknya jika siswa lebih berfokus atau berkonsentrasi terlebih dahulu pada pendidikannya,” himbaunya. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Metode ini mungkin bisa diterapkan / dicoba oleh rekan – rekan pengajar lainnya, karena bahasa inggris di era globalisasi ini sudah menjadi hal pokok yang harus dipelajari

Leave a comment

Your email address will not be published.


*