BPBD Enggan Turun ke Lokasi Banjir, Warga Cicadas Inisiatif Sendiri

Warga Desa Cicadas bergotong royong melakukan pelebaran saluran air untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap melanda pemukiman mereka (dok. KM)
Warga Desa Cicadas bergotong royong melakukan pelebaran saluran air untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap melanda pemukiman mereka (dok. KM)
BOGOR (KM) – Kerap dilanda banjir sehingga menggenangi rumah-rumah pemukiman, puluhan warga RT 05/08 Desa Cicadas kecamatan Gunung Putri kabupaten Bogor berinisiatif  bergotong royong melakukan pelebaran terhadap saluran air serta membersihkan sampah-sampah yang mengakibatkan aliran air tersumbat.

Kepala Desa Cicadas mengungkapkan bahwa kegiatan Sabtu bersih yang dilakukan warga sebagai bentuk antisipasi dan menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan warga dan sekaligus menghindari bahaya banjir yang sering melanda kompleks perumahan.

“Kegiatan ini peduli lingkungan bahwasanya lingkungan perumahan kerap dilanda banjir bila musim penghujan tiba,” ucap Kades Abbas Baesuni saat di temui Kupas Merdeka di sela-sela kegiatan, Sabtu, 30/04/2016.

Menurut Abbas, kegiatan ini juga untuk menyentil Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya dinas terkait dalam hal ini BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang enggan turun ke lokasi setiap banjir menggenangi rumah-rumah pemukiman warga.

“Bentuk kekesalan  kepada  BPBD kabupaten Bogor yang enggan memberikan tenaga dan upaya kepada warga saat banjir beberapa tempo hari,” lanjutnya.

Advertisement

Ia juga berharap dengan diadakannya pelebaran serta normalisasi saluran air kedepannya tidak ada lagi warga yang dilanda banjir bila musim penghujan tiba.

“Kita sih optimis dengan pembersihan ini tidak ada lagi insiden banjir seperti yang sudah-sudah,” terangnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang melakukan inisiatif,” pungkasnya.

Di tempat yang sama kepala RT 05/08 mengatakan kegiatan kerja bareng-bareng yang di gagas oleh pihaknya cukup membuahkan hasil dengan terlihat bahwa kondisi saluran air sudah berbeda dari sebelumnya mengingat 380 warga terisolir karena banjir beberapa waktu lalu.

“Kita gunakan mesin alat berat untuk mengeruk lumpur dan melebarkan saluran air sehingga berdampak positif,” tutur Sodikin.

Imbuhnya juga bahwa dana yang di gunakan murni inisiatif warga dan dibantu langsung dari kepala desa karena mengingat menyewa mesin backhoe bukanlah perkara uang sedikit.

“Uang saweran dan sebagian besar dana dari kepala desa sehingga terkumpul dan pekerjaan dapat terlaksana,M)” tutupnya. (Ids)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*