Polres Periksa Kadisdik Bogor dalam Kasus Penjualan Aset Pemerintah

Korupsi
Ilustrasi penanganan kasus tindak pidana korupsi.

BOGOR (KM) – Perkara kasus dugaan penjualan lahan aset pemerintah daerah di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, tepatnya di depan SDN 1 Cikeas Udik masih terus didalami pihak kepolisian.

Sambil menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat, penyidik Polisi Resort (Polres) Bogor juga telah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Kepala Unit 3 yang menangani perkara ini, Ipda Imam Djunaedi mengatakan, pihaknya memeriksa 1 saksi tambahakan yakni Kadisdik, Dace Supriyadi pada minggu lalu. “Kami periksa Kadisdik sebagai saksi kasus dugaan penjualan lahan di depan SDN 1 Cikeas Udik karena lahan tersebut sudah terdaftar di Kartu Inventarisir Barang. Ada 13 poin pertanyaan yang dilontarkan ke Kadisdik, dan semuanya itu bersifat umum,” ujar Ipda Imam kepada wartawan, Kamis (10/3/16).

Ia menambahkan, pihaknya bukan hanya memintai keterangan dari Kadisdik saja, tapi ada pejabat Disdik lain juga. “Sebelum Kadisdik, kami juga sudah memintai keterangan Kabid Dikdas, karena lahan itu dihibahkan desa setempat beberapa puluh tahun lalu ke SDN 1 Cikeas Udik,” tambahnya.

Advertisement

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya masih bersikukuh untuk menarik perkara ini ke ranah Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) untuk membuat efek jera pada pihak-pihak baik pejabat desa setempat maupun oknum PNS yang terlibat dalam perkara ini. “Kalau mau diterapkan pidana umum penipuan atau penggelapan atau pemalsuan bisa saja dan sudah tergambar, tapi kami lebih utama akan terapkan tipikor dulu karena ancaman hukumanya lebih tinggi,” imbuhnya.

Ia menerangkan, pihaknya masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang dikeluarkan dari BPKP Jabar sebelum menerapkan pasal 2 dan 3 UU Tipikor. “Minggu lalu kami sudah lakukan ekspose dengan BPKP. Hasil ekspose, pihak BPKP minta waktu untuk mempelajari dokumen-dokumen hasil penyidikan, sebelum tentukan apakah ada kerugian negara,” pungkasnya. (Aril/Faizal/Wawan)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*