PHK Sepihak, Pabrik Kertas Dilaporkan PC PPMI ke Dinsosnakertrans

Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK)
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK)

BOGOR (KM) – Perilaku pemutusan tenaga kerja sepihak kerap kali terjadi seperti kali ini. Tidak terima dengan rekan kerjanya yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), buruh yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PC PPMI) Kabupaten Bogor, melaporkan pemilik PT. Buana Usaha Lestari Kertas kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja danTransmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor.

Perusahaan yang bergerak di bidang kertas, yang berlokasi di Jalan Raya Gunung Putri No.101 RT 01/RW 05 Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini dianggap sudah melakukan PHK secara sepihak.

“Tertanggal 3 Maret 2016, ada tiga buruh di perusahaan kertas itu yang di PHK secara sepihak. Adapun korban pemecatan itu, diantaranya Yanwar (30) Warga Gunung Putri, Ali (34) warga Citeureup dan Agung (31) warga Cibinong,” kata Sekretaris Jendral (Sekjen) PC PPMI, kemarin.

Ia juga mengatakan, di dalam surat laporan tersebut meminta pihak Dinsosnakertrans untuk melakukan mediasi terhadap perusahaan sesuai dengan Undang-undang No.02 Tahun 2004 tentang PPHI. “Intinya kami meminta perusahaan untuk bisa mempekerjakan rekan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Yanwar Rahmat (30) korban pemecatan perusahaan itu, mengaku tidak menyangka jika pihak perusahaan akan setega itu memberhentikan dirinya.

“Hanya gara-gara tidak masuk satu hari kerja tanpa alasan, saya keesokan harinya langsung diberhentikan tanpa alasan jelas,” terang Yanwar.

Menurut Yanwar, selama ia bekerja dibagian gudang di perusahaan itu, hanya diberikan upah perharinya sebesar Rp. 570.000 per 10 hari kerja, tanpa perjanjian kontrak secara tertulis melainkan hanya melalui lisan. “Setelah 10 hari kerja, saya langsung diberhentikan tanpa alasan yang jelas,” tutur Yanwar.

Menanggapi hal ini, Ketua Karang Taruna Desa Gunung Putri, Andri mengaku geram dengan ulah sikap yang dilakukan pihak perusahaan. Sebab, PHK tersebut dianggapnya tanpa alasan yang jelas.

“Lihat saja nanti, jika perusahaan berbuat semena-mena tanpa melakukan musyawarah terlebih dulu, kami akan kerahkan warga untuk melakukan unjuk rasa,” ancamnya.

Terpisah, pihak PT.Buana Usaha Lestari Kertas, Harri selaku HRD, berkilah jika persoalan PHK tersebut dianggap sudah memenuhi prosedur.

“Setiap buruh yang tidak menjaga absennya, saya pikir perusahaan manapun akan berbuat demikian,” singkatnya.

Di tempat terpisah menurut salah satu karyawan PT Asalta Mandiri Agung (AMA) yang minta jatidirinya di rahasiakan, Perusahaan yang beralamat di jalan roda pembangunan, kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong. belum lama ini juga sejumlah puluhan karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja dihentikan secara sepihak oleh manajemen PT Asalata Mandiri Agung.

Dirinya meminta ketegasan dinas tenaga kerja dalam hal ini Dinsosnakertrans kabupaten Bogor dapat menindak manajeman perusahaan yang tidak mengindahkan aturan tenaga kerja. (Wawan)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*