Pasien RS Sentra Medika Duga Alami Malpraktek

Mian Tamba, yang diduga merupakan korban malpraktek dokter di RS Sentra Medika Cibinong (dok. KM)
Mian Tamba, yang diduga merupakan korban malpraktek dokter di RS Sentra Medika Cibinong (dok. KM)

BOGOR (KM) – Setiap berdirinya Rumah Sakit (RS) sedikitnya harus memiliki 13 Standar Operasional Prosedur (SOP) yang meliputi pelayanan medis, penunjang medis, keperawatan, SDM, keuangan dan administrasi, pelayanan umum, pemasaran, manajemen infus, QUMR, kebersihan, kebersihan dan keselamatan kerja, perinasia/kamar bayi, dan pemusnahan bahan-bahan berbahaya dari Rumah Sakit.

Namun, diduga tim dokter di RS Sentra Medika tidak mengikuti SOP yang tepat dalam hal pelayanan kesehatan kepada pasien. Alasannya bermula dari keluhan salah satu pasien bernama Ny. Mian Tamba. Pasien tersebut dirawat masuk pada tanggal 10 Maret 2016 dengan diagnosa awal menurut dokter mengidap penyakit anemia. Kemudian, oleh RS. Sentra Medika diambil tindakan operasi pada tanggal 14 Maret, setelah dioperasi pasien dipulangkan oleh pihak RS dengan persetujuan dokter, karena dianggap kesehatan pasien sudah pulih.

Namun setelah beberapa hari pasien istirahat di rumah, ada timbul penyakit yang berbeda yang dirasakan oleh Ny. Mian Tamba yaitu muntah-muntah, perih di lambung, yang diduga hal ini terjadi akibat kegagalan operasi, sebab menurut pengakuan pasien dirinya tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelum operasi terjadi.

Lalu, pada tanggal 21 Maret, pasien kembali dibawa ke RS Sentra Medika untuk menanyakan apa penyebabnya, namun hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pihak RS atas penyebab sakit yang diderita oleh pasien tersebut.

Hingga suatu hari ketika sang suami, Hotlan Sihombing menanyakan keluhan istrinya ke pihak RS malah dirinya diberikan keterangan secara medis yang tidak bisa dipahami. Karena kata dokter sang istri mengalami penyempitan usus sehingga tidak bisa BAB.

Advertisement

Ketika hal ini hendak dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong sedang tidak ada di tempat, lalu rekan media di pertemukan dengan kepala kedokteran yaitu Dr. Cecelia Febrista Linarta, dan pihak RS meminta waktu untuk mengumpulkan para dokter terlebih dahulu, terang dr. Sesilia kepada Kupasmerdeka.com, Rabu (30/3/16).

Namun dirinya membantah keras dan mengatakan bahwa pihak RS Sentra Medika telah melakukan penindakan sesuai dengan Standar Operasional Procedure (SOP) tentang penyakit yang diderita oleh pasien tersebut.

“Kami melakukan tindakan atau perawatan kepada dia (Pasien, red) itu sudah sangat sesuai SOP yang diterapkan oleh RS, apabila memang pasien itu masih mengalami rasa gangguan kesehatan setelah kami lakukan operasi pihaknya mengaku tidak tahu jelas apa penyebabnya, karena kami sudah melakukan operasi sesuai keluhan sang pasien tersebut,” kata Dr. Cecelia Febrista Linarta ketika ditemui wartawan dikantornya.

Cecelia menambahkan, dalam persoalan ini pun dirinya mengaku bahwa sudah didatangi oleh keluarga pasien, untuk meminta penjelasan perihal pasien Ny. Mian Tamba tersebut. Selain itu, pihaknya sudah rekonsiliasi dengan keluarga pasien juga sudah menerima dan memahaminya.

“Kami sudah mengkonfirmasi langsung kepada keluarga kemarin, bukan kepada media, kita juga sudah jelaskan panjang lebar tentang penanganan dan penyakit yang diderita oleh Ny. Mian Tamba kenada setelah dioperasi dia malahan mengalami susah BAB, dan keluarga sudah menerima kok,” kilahnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*