Musrenbang RKPD Kab. Bogor Tahun 2017 Anggarkan Rp 2.6 Trilyun untuk Pembangunan

Musrenbang RKPD Kabupaten Bogor 2017 di CIbinong, 2/1 (dok. KM)
Musrenbang RKPD Kabupaten Bogor 2017 di CIbinong, 2/1 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2017 tahun pelaksanaan 2016 kembali dilakukan yang bertempat di gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (02/03/16).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menuturkan Musrenbang RKPD tingkat daerah ini merupakan forum antar pemangku kepentingan dalam rangka membahas pinjaman, penyelarasan, klarifikasi dan menyepakati Rancangan RKPD tersebut. Tujuanya, secara umum dapat menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan dan sasaran pembangunan daerah. Dan juga, mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Musrenbang ditingkat kecamatan.

“Kegiatan ini tiap tahun selalu kami gelar dimaksudkan, guna mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah, serta menyepakati prioritas pembangunan daerah, program dan kegiatan prioritas daerah.,” ungkap Syarifah pada wartawan.

Ia menambahkan, adapun tujuan dari pelaksanaan musrenbang RKPD di Kabupaten Bogor antara lain, bisa lebih mempertajam konsep penguatan infrastruktur di Kabupaten Bogor, memperkuat konsep infrastruktur dalam rangka penataan dan pemanfaatan situ, dan menggali peluang mewujudkan icon “Situ Front City” di kawasan Tegar Beriman ini khususnya. Waktu pelaksanaannya, sambung dia, Pemkab Bogor telah menetapkan jadwal penyelenggaraan Musrenbang RKPD tahun 2017 pada hari Selasa-Rabu, tanggal 1-2 maret 2016 dengan difokuskan pada desk finalisasi perencanaan, yaitu parsitipatif, teknokratik, dan politis.

“Puncak acara pelaksanaan Musrenbang pada hari ini dilaksanakan digedung Tegar Beriman, dengan dilakukan diskusi untuk mendukung tema pembangunan tahun 2017, yakni penguatan infrastruktur dan pelayanan publik dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia, dalam ini juga kami mengangkat tema khusus, yaitu ‘penguatan infrastruktur situs Front City’,” terangnya.

Dalam hasil musrenbang RKPD Kabupaten Bogor, sambung Syarifah, jumlah usulan yang diakomodir oleh seluruh SKPD untuk tahun 2017 sebanyak 8.381 kegiatan dengan anggaran yang telah disiapkan sebanyak Rp 2.615.347.933.087 trilyun rupiah. Adapun terdapat tiga SKPD dengan usulan terbesar, baik dari jalur partisipatif, teknokratik, maupun politis diantaranya Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), dengan usulan total sebanyak 1.072 usulan, 496 usulan dari jalur partisipatif, dan 576 usulan dari jalur teknokratik, kedua dari Dinas Pendidikan dengan usulan total sebanyak 1.088, dimana 744 usulan dari jalur partisipatif, dan 264 usulannya dari jalur teknokratik, terakhir datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dengan jumlah usulan mencapai 404, 140 usulan datang dari usulan jalur partisipatif, dan sisanya 264 usulan dari jalur teknokratik.

“Pasca penyelenggaraan Musrenbang ini, seluruh usulan nantinya akan diverifikasi lebih lanjut guna mematangkan seluruh kebutuhan prioritas dalam rangka penyempurnaan Rancangan akhir RKPD tahun 2017. Dan semoga apa yang menjadi keinginan kita bersama demi meningkatkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor ini,” imbuh Saripah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Adang Suptandar, yang mewakili Bupati Bogor mengatakan, untuk mewujudkan 25 penciri termaju Kabupaten Bogor, berbagai terobosan baru yang inovatif dalam program dan kegiatan harus dilakukan dan diusulkan, untuk mencapai target penciri termaju tersebut.

“Untuk itu dalam Musrenbang RKPD setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memperhatikan dan memprioritaskan program dan kegiatan yang muncul dari masyarakat. Serta memperhatikan aspirasi yang muncul masyarakat,” kata Adang.

Lebih lanjut Adang menambahkan, ia juga berharap agar RKPD yang merupakan output musrenbang tersebut dipahami dengan baik dalam penyusunan perencanaan SKPD dan perencanaan penganggaran, untuk diimplementasikan dengan baik pada pelaksanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2017.

“Musrenbang pembangunan tahun 2017 ini lebih menitik beratkan pada dua hal penting yakni infrastruktur dan pelayanan publik. Untuk itu perhatikan setiap prioritas dan fokus yang telah ditetapkan,” tukasnya. (Sahrul)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*