BPMPTSP Kabupaten Bogor Klaim Kinerjanya Sudah Professional

Workshop yang diadakan oleh BPMPTSP Kabupaten Bogor, 2/1 (dok. KM)
Workshop yang diadakan oleh BPMPTSP Kabupaten Bogor, 2/1 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor terus meningkatkan karakter aparatur perizinan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan mengaplikasikan konsep Revolusi Mental. Kegiatan dikemas dengan workshop manajemen strategi pelayanan perizinan yang bertemakan “Mengaplikasikan Revolusi Mental dalam Rangka Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Pelayanan Perizinan dan mutu Pelayanan untuk Mewujudkan Kabupaten Bogor Menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia”. Kegiatan dilaksanakan di Lido Lakes Resort & Hotel, Caringin, Kabupaten Bogor (02/3/16).

Kepala BPMPTSP Kabupaten Bogor, Yani Hassan mengatakan, ini adalah workshop pertama di tahun 2016 yang sekaligus untuk merefresh informasi dan perubahan sehingga kompetensi pihaknya semakin terasah, sehingga mampu mengupas tentang mengaplikasikan Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan pelayanan perizinan.

“Kami menganggap bahwa saat ini kita sudah profesional namun tetap harus terus ditingkatkan, dan revolusi mental harus terus kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Selanjutnya untuk mengoptimalisasikan fungsi pelayanan terpadu satu pintu dengan peraturan daerah yang berimplikasi mempermudah birokrasi perizinan.  Birokrasi harus dimaknai bahwa sifatnya untuk melayani bukan untuk memperumit. Kegiatan ini tentunya untuk memperkuat karakter ASN yang jujur, efektif dan bekerja sepenuh hati. Memang diakui yang namanya kejujuran butuh modal komitmen kuat dari pribadi masing-masing, olehkarenanya kita terus mengasah komitmen tersebut”, ungkap Yani pada KM.

Yani menambahkan, dirinya juga bertukar pikiran dan saling menyamakan visi dan persepsi tentang konsep pelayanan prima yang sesuai ketentuan hukum. Lantaran, harus memahami apa itu revolusi mental di tubuh ASN sehingga bisa diterapkan dalam pelayan sehingga mutu pelayanan prima bisa tercapai dan bisa mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor termaju di Indonesia.

“Di sisi lain, mengenai kearifan lokal di setiap daerah berbeda-beda, bahkan di daerah lain ada yang masih menggunakan nama berbeda seperti Dinas Perizinan dan lain-lain tapi kami yakin tujuannya sama yakni untuk memudahkan pelayan perizinan. Saya berharap workshop ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan harus menghasilkan efek yang signifikan bagi peserta untuk mewujudkan pola pikir atau mainset yang lebih baik lagi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusifdi Kabupaten Bogor”, tambah Yani.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop Suryanto menjelaskan, berkaitan dengan posisi strategis Kabupaten Bogor, diharapkan pemerintah bisa meningkatkan daya saing antar daerah dan meningkatkan kepuasan publik melalui pelayanan prima. Dalam rangka hal tersebut BPMPTSP melaksanakan kegiatan ini untuk mengetahui sejauh mana revolusi mental agar dapat diterapkan dalam melayani masyarakat dan juga meningkatkan professionalisme pelayanan perizinan, serta solidaritas aparatur perizinan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor.

“Peserta terdiri dari perwakilan OPD teknis perizinan sebanyak 100 orang. Workshop diisi materi dari nara sumber dari Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi, Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor dan motivator tingkat nasional. Sementara materi yang diaampaikan yakni mengenai optimalisasi fungsi pelayanan terpadu satu pintu terhadap penyederhanaan dan percepatan proses perizinan. Kemudian materi mengenai perubahan pola pikir untuk mencapai penguatan karakter aparatur yang jujur, kuat, efektif dan bekerja sepenuh hati. Dan mateti tentang revolusi mental dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani,” tukas Suryanto. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*