Main Korek Api Gas di Depan SPBU, Pria Iseng Sebabkan Kebakaran

Pemadam Kebakaran memadamkan kebakaran di depan SPBU di Putussibau, Kalbar 29/2 (dok. KM)
Pemadam Kebakaran memadamkan kebakaran di depan SPBU di Putussibau, Kalbar 29/2 (dok. KM)

PUTUSSIBAU, KALBAR (KM) – Pada hari senin 29 Februari 2016, kurang lebih pukul 08.20 WIB, terjadi kebakaran minyak dibeberapa drum yang dibawa oleh Mobil Toyota jenis Helux No.Pol KB 8398 OL, tepatnya di Depan SPBU Kedamin Jaya, Jalan lintas Timur, atau samping Mapolsek Kecamatan Putussibau Selatan. Meski tidak ada korban jiwa, kobaran api yang membesar di depan SPBU selama kurang lebih 1/2 jam tersebut sempat menghebohkan warga sekitar. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab kapuas Hulu diturunkan ke lokasi kejadian.

Menurut salah satu pengantri minyak, Alex, kejadian tersebut disebabkan oleh korek api gas dari salah satu pengantri. “Si pemilik mobil namanya Toran, dia sudah mengantri minyak di SPBU, setelah mengantri kemudian yang bersangkutan mau menyalin lagi ketempat lain karena mau mengantri lagi, kejadiannya tadi pagi kurang lebih jam setengah sembilan,” ungkapnya singkat.

Sementara sang pelaku, Toran, mengungkapkan rasa menyesal. “Saya tidak menyangka korek api yang tadinya kosong dikira tidak bisa menghidupkan api ternyata masih bisa menyambar ke minyak, saya benar benar kesal dan saya minta maaf atas kejadian ini,” ungkapnya.

Sedangkan salah satu anggota Polsek Putussibau Selatan, Tony, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kebakaran tersebut disebabkan oleh pengantri yang bergurau dengan temannya dengan memainkan korek api yang sudah habis, di depan drum yang berisikan bensin,” jelasnya. Menurutnya, kejadian ini tidak ada unsur sengaja, tapi akibat gurauan yang tidak disadari bisa mengakibatkan kebakaran. “Jadi kita himbau agar ini jadi pengalaman jangan sampai terjadi lagi apalagi di dekat area SPBU ini sangat berbahaya,” tegas Toni.

Sementara Kapolsek Putussibau Selatan, IPTU Agus Susilo mengungkapkan bahwa minyak tersebut milik Ujang asal Desa Ingko Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan. Kejadianya, kata Agus sekitar pukul 08.00 wib. “Yang bersangkutan kebetulan dapat giliran antri yang pertama. Setelah mendapat minyak, yang bersangkutan menuangkan minyak hasil antriannya di depan pintu SPBU ke dalam drum,” katanya.

“Saat menuang minyak tersebut datang kawannya, ngobrol sekitar jarak tiga meter sambil memainkan korek api gas, dari situ sumber api langsung menyambar minyak, api sempat membesar kurang lebih setengah jam kemudian berhasil dipadamkan,” lanjutnya.

Menurut Agus, pihaknya sudah sering mengingatkan para pengantri untuk mengutamakan keselamatan. “Memang ini mereka antri untuk kebutuhan masyarakat, tetapi terkadang mengabaikan keselamatannya. Saya rasa kejadian ini peringatan, sehingga ke depan para pengantri lebih berhati-hati lagi,” pesannya.

Ketika dikonfirmasi tanggapannya terkait pengantri kejadian tersebut, Kasi Migas pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kapuas Hulu, Isnaini, membenarkan adanya informasi bahwa ada kebakaran di luar SPBU. “Saya belum dapat keterangan secara resmi dari pengelola SPBU menurut info dari orang kejadian di luar SPBU,” jelasnya singkat.

Sementara itu, berdasarkan pantuan di lapangan, pelayanan SPBU tersebut tidak sesuai dengan aturan dan UU Migas yang berlaku. Pasalnya, banyak pengantri yang menggunakan jerigen, drum, bahkan tengki-tengki siluman. Ironisnya lagi aktivitas tersebut, tidak jauh dari Mapolsek Putussibau Selatan. Akibatnya, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalbar, sering mengalami kelangkaan minyak, sehingga minyak di penjual eceran mengalami kenaikan 10 sampai 15 ribu, bahkan belum lama minggu lalu, di Temupai, Kec. Hulu Gurung, minyak jenis Premium mencapai Rp.15.000,- (budi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*