Kades Citeureup Hamili Perempuan Remaja Hingga Melahirkan

perbuatan asusila (ilustrasi)
Ketahuan Berbuat Mesum (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Para Tokoh Ulama Citeureup, Kabupaten Bogor, mengecam tindakan Kepala Desa Citeureup Gugun Wiguna, karena diduga telah berbuat asusila terhadap seorang gadis remaja. Arel, begitu sebutan sang Kades, telah menggauli seorang remaja berinisial LO yang masih berumur belasan tahun ini hingga hamil dan melahirkan seorang anak. Tindakan bejad sang Kades ini dianggap telah mencemarkan lingkungan sekitar Citeureup, sehingga membuat para tokoh Ulama setempat marah besar.

Seperti diungkapkan Habib Hasan, ia sangat marah terhadap tindakan oknum kades yang telah mengotori Wilayah Citeureup dan sekitarnya. Karena menurut tokoh ulama Citeureup ini, seorang Kades seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap warganya, bukan justru mencemarkan lingkungannya sendiri.

“Ironis sekali, seharusnya kepala desa yang diharapkan jadi panutan warga, malah menghamili anak orang. Ini Laknatullah,” geram Hasan kepada wartawan, Minggu (20/3/16).

Hasan menambahkan, perbuatan Arel menurutnya sudah diluar kewajaran, karena selain menghamili gadis, Kades juga disinyalir tega menelantarkan darah dagingnya sendiri hasil hubungan gelapnya dengan LO. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Bupati Bogor agar mencopot sang Kades dari jabatannya, karena diklaim bermoral sangat bejad.

“Saya dan beberapa tokoh masyarakat dan ulama lainnya berencana akan menemui Bupati Bogor, dan meminta Bupati agar mencopot Arel,” pintanya.

Ditempat terpisah, Habib Zaki juga mengungkapkan, dirinya sangat miris melihat kejadian ini. Karena itulah dia mengaku, akan dikawal sebuah Ormas untuk berdemo bersama-sama, meminta Bupati Bogor untuk memecat sang Kades cabul itu.

“Saya sangat miris melihat kejadian ini. Selain berbuat tidak senonoh, Arel juga tega diduga menelantarkan anaknya. Ini sangat terkutuk kelakuan Kades Citeureup itu,” tegasnya.

Selain itu keluarga LO juga ikut bicara, mereka menerangkan, bahwa Arel telah menelantarkan anaknya sejak LO melahirkan. Karena sejak hamil hingga melahirkan Arel hanya datang sekali saja.

“Itu pun Kades kasih uang untuk biaya lahiran beberapa bulan lalu. Sejak itu Arel susah dihubungi. Untuk itu kami meminta Arel bertanggung jawab atas anak ini. Karena sampai sekarang pak Kades belum ngirim uang untuk beli susu bayi ini,” ujar lelaki yang enggan disebut namanya.

Juru bicara keluarga Kades dan juga Staf Kantor Desa Citeureup, Muslih menuturkan, dia menampik jika Arel tidak bertanggung jawab. Menurutnya, Arel sudah sering memberi perempuan gelapnya itu uang.

“Bahkan saya pernah menyaksikan Arel memberi LO uang,” ujarnya di Kantor Desa Citeureup, kemarin.

Ditambahkannya dalam kasus ini, Muslih mengaku, ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kejadian ini, sehingga memperkeruh keadaan. (Sahrul)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*