Kabupaten Bogor Darurat DBD

Nyamuk Aedes Aegypti, penyebar penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD (stock)
Nyamuk Aedes Aegypti, penyebar penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD (stock)

BOGOR (KM) – Angka penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bogor kini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, penderita penyakit berbahaya itu sudah mencapai 633 jiwa sejak awal 2016. Dari 633 penderita, 12 orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Camalia Wilayat Sumaryana membenarkan ancaman penyakit itu kini sudah sangat serius, lantaran penderitanya hingga ratusan orang.

“Bulan Januari, ada 459 kasus penderita demam berdarah dan 8 orang meninggal, sementara bulan Februari jumlah penderita menurun jadi 174 jiwa dengan 4 orang di antaranya meninggal dunia,” ujar Camalia kepada KM, Senin (07/3/16).

Camalia menambahkan, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor ini, secara keseluruhan hampir semua kecamatan itu menyumbang angka penderita DBD. Hal ini dikarenakan akibat penyebaran penyakit itu terbilang mudah dan cepat menular.

“Namun dari 40 kecamatan yang teradapat di Bumi Tegar Beriman, hanya Kecamatan Tenjolaya saja yang bebas dari DBD. Kecamatan yang tertinggi adalah Cileungsi dengan 59 kasus penderita, Sukaraja dan Bojonggede 46 kasus, Dramaga 39 kasus dan Ciampea 37 kasus,” terangnya.

Lanjut ia mengungkapkan, kenaikan jumlah penderita DBD ini meningkat sejak Desember 2015 lalu.

“Desember 2015 ada 146 kasus, Januari 2016 naik menjadi 459 kasus dan bulan Februari turun menjadi 174 kasus. Penurunan jumlah penderita demam berdarah ini karena kita sudah antisipasi dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk , pola hidup bersih dan sehat serta fogging sebagai langkah akhir,” pungkasnya (Sahrul).

Leave a comment

Your email address will not be published.


*