Kabid UKM Bogor: “Dana KUR aja yang Murah Belum Banyak yang Minat”

Ilustrasi Kredit UMKM
Ilustrasi Kredit UMKM

BOGOR (KM) – Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang berdiri sendiri, menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertiannya kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Beberapa waktu lalu diresmikan oleh Bupati Bogor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bogor Tegar Beriman (BTB), yang memprioritaskan UKM dan UMKM.

Uniknya, yang menjadi prioritas UMKM, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, seolah tidak pernah dilibatkan. Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang UKM (Usaha Kecil Menengah) Abdul Aziz,  “Gak tau, belum koordinasi, dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) aja yang murah belum banyak yang minat,” ungkapnya kepada KM, Jumat 18/03/2016.

Menurut Aziz, alasan kenapa tidak dilibatkan kemungkinan ada prioritas lain yang menjadi tujuan Bank tersebut, data pengusaha UMKM. “Ya ada, sektor olahan industri,” terangnya.

“UKM kan pelaku bisnis ya, kita kan bukan pelaku bisnis, persoalannya kan, dia (BPRS BTB -red) tidak meminta, kalo dia memang meminta bantuan kita ya silahkan, karena dia mungkin punya program lain, jadi saya juga pengen tahu betul,” pungkasnya.

Advertisement

Berbeda dengan ungkapan saat peresmian pembukaan Bank BTB, Direktur BPRS BTB, Dedin Nazarudin mengatakan, “kalau untuk penghimpunan dana kita betul-betul membuka ke semuanya nih, tapi untuk pelemparan ataupun pembiayaan (prioritas) itu segmennya jelas UMKM usaha mikro kecil menengah, karena posisi kita ritel banking,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan belum adanya kerjasama dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, yang membidangi langsung terkait UMKM dikabupaten Bogor. “Belum, yang sudah punya unit saja, semacam PD pasar, dinas pendidikan, dinas kesehatan, intinya kalo BUMD semua (bisa di biayai),” ujar Dedin, seakan membedakan atau memilih, siapa saja UMKM yang akan di biayai.

Pantas saja Bupati Bogor Nurhayanti, dalam kata pembukaan peresmian Sambutan BPRS Bank BTB, mengatakan “hanya SKPD nya kurang ya, harusnya lengkap ni,” terang Nurhayanti. Seolah tidak ada sinkronisasi antara Bank BUMD BTB dengan dinas terkait. (Tengku Yusrizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*