GMNI Bogor Raya: Usut Tuntas Dugaan Korupsi Mark-Up Lahan Jambu Dua!

Walikota Bogor Bima Arya saat dipanggil oleh Kejari Bogor untuk diminta keterangannya atas kasus mark up pembebasan lahan Pasar Jambu Dua, September 2015 lalu (dok. liputan6)
Walikota Bogor Bima Arya saat dipanggil oleh Kejari Bogor untuk diminta keterangannya atas kasus mark up pembebasan lahan Pasar Jambu Dua, September 2015 lalu (dok. liputan6)

BOGOR (KM) – Lambannya penyelesaian kasus penggelembungan jual beli lahan Pasar Jambu Dua membuat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)  Bogor Raya gerah. Saat gelar diskusi bertepatan dengan hari ulang tahun GMNI di Ciheuleut, terwacana ada dugaan masalah yang tidak beres ditandai belum dilimpahkannya kasus yang diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor sejak tahun 2014 lalu ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor.

“Terkatung-katungnya kasus pembelian lahan di Jambu Dua jelas merugikan negara. Hal itu jelas membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas kinerja kejari dalam mengungkap aktor intelektualnya,” tukas Ketua GMNI Bogor Raya, Desta Lesmana, pada KM. Dia menambahkan, sejak mencuatnya kasus tersebut ke permukaan yang ditetapkan tersangka hanya dua PNS yakni Kepala Dinas UMKM Kota Bogor Yuda Priyatna dan Camat Tanah Sareal, Irwan Gumelar dan satu tim appraisal, Adnan.

“Yang jadi pertanyaan, siapa yang membuat kebijakan menaikkan anggaran dari Rp17.5 miliar yang disetujui DPRD Kota Bogor menjadi Rp49 miliar yang diputuskan Pemkot Bogor? Bukankah kebijakan itu yang menjadi pemicu bocornya penggunaan anggaran, sekaligus mark up pembelian lahan,” tandas Desta.

Aktivis GMNI juga mempertanyakan sikap DPRD kota Bogor yang mengemban fungsi pengawasan, seolah malah melakukan pembiaran dan menolak usulan masyarakat untuk mengiterpelasi Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto melalui hak angket. “Seharusnya, jika dewan sadar dia adalah wakil rakyat, maka lakukanlah interpelasi. Jangan malah tidak bersuara dan diam. Karena, mereka duduk di dewan dibayar pakai uang rakyat. Jika sampai April depan, masih juga belum ada kejelasan kasus mark up Jambu Dua kami akan menggelar aksi gabungan turun ke jalan. Intinya, GMNI Bogor Raya mendesak Kejari, Kejati yang sat ini menangani kasus dugaan korupsi Jambu Dua agar segera mengusut tuntas, tangkap aktor intelektualnya!” ujarnya.

Advertisement

Dirinya mendesak agar Kejari Bogor segera mengungkap aktor intelektual yang menaikan anggaran jual, meminta Kejari Bogor agar segera mengajukan kasus ini ke persidangan agar keterangan saksi nantinya menjadi suatu fakta hukum untuk membongkar kasus ini lebih dalam, serta mencari siapa saja yang harus bertanggung jawab. “Sudah terlalu lama kasus ini tidak tuntas. Kejari harus segera melakukan pelimpahan berkas perkara ke pengadilan menahan para tersangkanya yang saat ini masih bebas beraktivita.”

Sebagai informasi, sebelumnya Kepala Kejari Bogor pernah menjanjikan dalam waktu dekat akan melimpahkan kasus ini ke pengadilan. Saat ini proses pemberkasan sedang dikebut. “Kita tunggu saja prosesnya, untuk pelimpahan ke pengadilan,” tutup Desta. (HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*