Gara Gara Status di Facebook, Wakil Rakyat Di Demo

Unjuk rasa puluhan anggota AMBB di depan gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin 7/3 (dok. KM)
Unjuk rasa puluhan anggota AMBB di depan gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin 7/3 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ungkapan yang ditulis oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor pada tanggal 23 Februari 2016 menuai kecaman dari masyarakat. Puluhan massa yang tergabung dalam Aspirasi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB) mendatangi gedung Dewan, Senin 07/03.

Peran DPRD sebagai lembaga legislatif di daerah pada era reformasi saat ini seharusnya sebagai posisi sentral penyerap aspirasi rakyat yang berjuang untuk kepentingan rakyat. Dengan demikian, sudah seharusnya anggota DPRD bersikap aspiratif terhadap usulan rakyatnya yang menggagas kepentingan rakyat secara menyeluruh, mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Munculnya sebuah pernyataan dari seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, yang ditulis oleh Ade Munawaroh Yasin (AMY) dalam akun media social Facebook milik pribadinya yang berbunyi “Hanya ada di Kabupaten Bogor, Legislatif berperan sebagai eksekutif, dari ngatur proyek sampai mutasi pejabat. Eng ing eng.. Who is the man??”

Menurut Pendemo, sebuah pernyataan yang memiliki tanda tanya besar bagi para pembacanya, terlihat sebagai ungkapan kebencian terhadap seseorang pada suatu lembaga yakni legislatif dan eksekutif di Kabupaten Bogor.
Di dalam aksinya, massa AMBB yang di koordinir oleh Daden Ahmad Sugiri menuntut beberapa hal, diantaranya
mendesak agar segera mengungkapkan di hadapan publik siapakah oknum DPRD dan pihak eksekutif yang dimaksud di dalam pernyataan yang ditulisnya dalam akun media social Facebook, meminta kepada DPRD Kabupaten Bogor agar bekerja secara profesional dengan mengutamakan kepentingan rakyat, dan memohon kepada pimpinan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bogor agar segera memanggil Ade Munawaroh, untuk dilakukan pemeriksaan atas pernyataannya.

“Jika tuntutan ini tidak di indahkan, maka kami akan melakukan upaya berkelanjutan terkait persoalan ini sebagai wujud komitmen kami terhadap pemberantasan korupsi dan menuntut keadilan yang seadil adilnya,” ujar Ketua Umum AMBB.

Para Demonstran yang menyuarakan aspirasi ini tidak mendapatkan tanggapan dari DPRD Kabupaten Bogor, karena para anggota Dewan tidak berada di tempat, sehingga massa membubarkan barisannya. (Farid)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*