DKP Biarkan Sampah Pasar Cimayang Menumpuk Depan UPT Pendidikan

Sampah pasar Cimayang menumpuk di depan kantor UPT pendidikan Pamijahan (dok. KM)
Sampah pasar Cimayang menumpuk di depan kantor UPT pendidikan Pamijahan (dok. KM)

PAMIJAHAN (KM) – Sampah yang menumpuk di depan Kantor Unit Pelayanan Teknis UPT Pendidikan Pamijahan, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mulai di keluhkan warga sekitar. Sampah yang menumpuk di depan kantor pendidikan itu mengundang aroma bau tak sedap.

“Saya mengeluhkan tumpukan sampah yang berceceran itu, pihak kebersihan seolah-olah membiarkan sampah tersebut,” ujar salah satu warga setempat, Asmanah (45) yang rumahnya tak jauh dari Kantor UPT pendidikan Pamijahan, Senin(07/03/2016).

Tak hanya warga yang mengeluhkan tumpukan sampah yang di hasilkan dari pasar Cimayang. Salah satu pegawai UPT Pendidikan menyayangkan belum adanya tidakan pengangkatan sampah-sampah tersebut.

“Saya sudah mengeluhkan hal tersebut saat rapat di kecamatan, namun sampai saat ini belum ada action dari dinas terkait,” ujar Kasubag UPT Pendidikan Pamijahan, Agus, kepada Kupas Merdeka belum lama ini.

Tak hanya itu, lebih jauh Agus mengatakan, bukan hanya Kantor UPT Pendidikan yang terkena bau sampah tersebut, SD Cimayang, yang persis berada di samping kantor UPT Pendidikan itu ikut terkena dampak.

“Bukan UPT saja yang terkena imbas,sekolah dasar pun terkena aroma bau sampah itu,” katanya.

Agus berharap agar sampah yang di hasilkan segera dan rutin di angkut agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan. “Kalau bisa di pindahkan jangan di depan kantor,”Harapnya.

Sementara itu, saat Dinas terkait hendak di konfirmasi, Kepala UPT DKP Leuwilang Ridwan, kepala UPT tidak berada di Kantor. Menurut seorang pria berseragam coklat, salah satu stafnya, kepala UPT sedang rapat di dinas terkait masalah sampah di depan kantor UPT pendidikan. Dirinya mengatakan bahwa untuk pengangkutan sampah tersebut, belum sempat dilakukan.

“Masih banyak tempat lain yang belum kita angkut, belum sempat kesana, lokasi TPA Galuganya juga sering antri,” ujar pria itu.(Dian Pribadi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*