DPRD Sesalkan Tindakan Asusila Kades Citeureup

perbuatan asusila (ilustrasi)
Ketahuan Berbuat Mesum (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Tindakan asusila yang dilakukan Kepala Desa Citeureup, Gugun Wiguna alias Arel, membuat heboh warga sekitarnya. Arel dituding sudah tega menghamili seorang gadis remaja warga setempat. Kehebohan ini hingga menyulut emosi sejumlah tokoh ulama dan tokoh masyarakat. Tak tanggung-tanggung bahkan Anggota DPRD Kabupaten ikut menyesalkan tindakan sang Kades.

Seperti diungkapkan Junaidi, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bogor yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin merasa sangat kecewa dengan tindakan sang Kades yang diduga telah menghamili warga bahkan menelantarkan anak hasil hubungan gelapnya itu.

“Pasti saya sangat menyesalkan tindakan tidak bermoral seperti itu. Karena sudah merusak moral dan mencemarkan masyarakat,” ujarnya kepada KM, Rabu (23/3/16).

Lebih lanjut Junaidi menjelaskan, seyogyanya jika terjadi kasus seperti itu, pihak BPD mengajukan rekomendasi dan menyampaikan kronologis kejadian ke Bupati Bogor, agar dilakukan pemeriksaan terhadap sang Kades.

Advertisement

“Jika memang ada pelanggaran etika atau terbukti melawan hukum ya bisa dipecat Kades itu,” tegas politisi PPP tersebut.

Pernyataan Junaidi yang juga Anggota Dewan itu diamini oleh Habib Zaki, salah seorang tokoh Ulama dan Masyarakat seputar Citeureup. Zaki sangat mengapresiasi pernyataan Junaidi yang juga anggota Komisi I DPRD itu. Menurutnya, Junaidi sudah peduli terhadap moral bangsa.

“Kalo bisa jangan Bapak Junaidi saja yang perduli. Seharusnya semua anggota dewan Kabupaten Bogor kompak bersama-sama menurunkan Arel dari jabatannya,” harapnya.

Sebelumnya, Habib Zaki menyatakan siap berdemo bersama Masyarakat dan dikawal oleh sebuah Ormas menghadap Bupati Bogor, untuk meminta Bupati mencopot Arel yang dianggap bermoral bejad itu. “Kami akan bergerak bersama-sama untuk meminta Bupati Bogor mencopot Kades Citeureup. Karena moral seperti ini sangat berbahaya dan dihawatirkan akan menular ke masyarakat,” tutupnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*