DBMP Bogor Bangun Terus Infrastruktur, Tingkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat

Publikasi Kinerja Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor 2015
Publikasi Kinerja Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor 2015
  1. Program dan Kegiatan

Pada Tahun Anggaran 2015, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor memberikan kontribusi bagi pencapaian kebijakan prioritas Pembangunan Daerah yang ke-1 dan ke-4, yaitu “Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Kualitas Kehidupan Sosial Masyarakat” dan Peningkatan Integrasi, Koneksitas, Kuantitas, dan Kualitas Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan. Kontribusi pencapaian kebijakan tersebut ditandai dengan capaian rata-rata indikator kinerja kunci (IKK) pada masing-masing prioritas sebesar 97,56% dan 93,99%, atau capaian rata-rata IKK OPD sebesar 94,17%, dengan predikat kinerja sangat tinggi. Uraian capaian kinerja indikator kinerja kunci tersebut sebagai berikut :

  • Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dari rencana sebesar 79,36%, terealisasi sebesar 74,35% atau 93,68%;
  • Proporsi panjang jalan dalam kondisi baik dari rencana sebesar 0,7936, terealisasi sebesar 0,7435 atau 93,68%;
  • Panjang jalan dilalui roda 4 dari rencana sebesar 0,00030, terealisasi sebesar 0,00031 atau 103,72%;
  • Jalan penghubung dari ibukota kecamatan ke kawasan pemukiman padat penduduk (minimal dilalui roda 4), dari rencana sebesar 100% terealisasi sebesar 100% atau 100%;
  • Sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar dari target rencana sebesar 2,76%, terealisasi sebesar 2,88% atau 95,57%. Hal ini dikarenakan semakin rendah realisasi maka tingkat capaian semakin tinggi;
  • Panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase/saluran pembuangan air dari target yang direncanakan sebesar 21,84%, terealisasi sebesar 21,65% atau 99,11%;
  • Drainase dalam kondisi baik/pembuangan aliran tidak tersumbat dari target yang direncanakan sebesar 37,96%, terealisasi sebesar 37,76% atau 100,53%. Hal ini dikarenakan dasar perhitungannya adalah panjang saluran drainase pembuangan aliran air tersumbat terhadap panjang seluruh drainase di Kabupaten. Dengan demikian semakin rendah realisasi maka tingkat capaian kinerja semakin tinggi;
  • Pembangunan turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota dari target yang direncanakan sebesar 0,722 terealisasi sebesar 0,694 atau 96,13%;
  • Rasio jaringan irigasi kabupaten dari target yang direncanakan sebesar 5,101 terealisasi sebesar 5,001 atau 98,04%;
  • Luas Irigasi kabupaten dalam kondisi baik dari target rencana sebesar 66,07%, terealisasi sebesar 37,19% atau 56,29%;
  • Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar dari target yang direncanakan sebesar 4,46 terealisasi sebesar 4,501 atau 99,08%. Hal ini dikarenakan semakin rendah realisasi maka tingkat capaian kinerja semakin tinggi.

Capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut menunjukkan telah tercapainya fokus pembangunan yaitu :

  • Peningkatan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, serta Penanganan Bencana;
  • Peningkatan Kemantapan Infrastruktur Jalan dan Irigasi.

Pencapaian Indikator Kinerja Kunci di atas merupakan hasil kontribusi dari pelaksanaan 14 program dan 1.121 kegiatan, dengan uraian sebagai berikut :

  • Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, dengan 163 kegiatan;
  • Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong, dengan 3 kegiatan;
  • Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong, dengan 4 kegiatan;
  • Program Rehabilitasi, Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, dengan 514 kegiatan;
  • Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan, dengan 1 kegiatan;
  • Program Pengembangan Sistem Informasi Database Jalan dan Jembatan, dengan 3 kegiatan;
  • Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan, dengan 5 kegiatan;
  • Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, dengan 366 kegiatan;
  • Program Pengendalian Banjir, dengan 25 kegiatan;
  • Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan 16 kegiatan;
  • Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan 8 kegiatan;
  • Program Peningkatan Disiplin Aparatur, dengan 1 kegiatan;
  • Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan 3 kegiatan
  • Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, dengan 9 kegiatan.

Untuk jembatan sudah terealisasi total 556 jembatan, diantaranya adalah :

  1. Teknik Jalan dan Jembatan I Cibinong :           61
  2. Teknik Jalan dan Jembatan VIII Parung :           78
  3. Teknik Jalan dan Jembatan IX Cileungsi :           26
  4. Teknik Jalan dan Jembatan V Leuwiliang :           42
  5. Teknik Jalan dan Jembatan X Jonggol :           69
  6. Teknik Jalan dan Jembatan VI Cigudeg :           67
  7. Teknik Jalan dan Jembatan II Ciawi :           43
  8. Teknik Jalan dan Jembatan III Ciomas :           50
  9. Teknik Jalan dan Jembatan VII Jasinga :           66
  10. Teknik Jalan dan Jembatan IV Ciampea :           54

Dan untuk irigasi total jumlah seluruh daerah irigasi ada 990 buah :

Advertisement
  1. Teknik Pengairan I Cibinong :           27
  2. Teknik Pengairan II Jonggol :           210
  3. Teknik Pengairan III Parung :           80
  4. Teknik Pengairan IV Ciawi :           229
  5. Teknik Pengairan V Leuwiliang :           273
  6. Teknik Pengairan VI Jasinga :           171

Gambaran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dirumuskan dalam KABUPATEN BOGOR TERMAJU ditunjukan oleh beberapa faktor yang menjadi penciri. Penciri ditentukan dengan mempertimbagkan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya alam, pertimbangan keuangan daerah, potensi kabupaten pembanding, dan waktu pencapaian indikator. Salah satunya adalah :

  • Penciri ke-6 : Penduduk miskin turun menjadi 5%, koneksitas, kuantitas infrastruktur yang berwawasan lingkungan, dalam target 1 tahun dengan rata-rata output sebesar 94,87% dengan program diantaranya adalah:
  1. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan sebagai indikator meningkatnya infrastruktur jalan dan jembatan yang berkualitas dan integrasi untuk mendukung pergerakan orang, barang dan jasa. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu pada kegiatan pemeliharaan jembatan desa yang ditargetkan dalam 1 tahun sejumlah 30 jembatan desa, tidak dapat direalisasikan karena tidak adanya anggaran.
  2. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu pada kegiatan pengadaan dan pemasangan patok saluran irigasi dan pada pengadaan penakar curah hujan dkarenakan tidak adanya anggaran.
  • Penciri ke-18 : Mendorong terbangunnya Cibinong raya sebagai pusat kegiatan wilayah (PKW), dalam target 1 tahun dengan rata-rata output sebesar 70,99% dengan program diantaranya adalah :
  1. Program pembangunan jalan dan jembatan sebagai indikator kinerja dengan meningkatnya infrastruktur jalan dan jembatan yang berkualitas dan integrasi untuk mendukung pergerakan orang, barang dan jasa. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala dalam pembebasan tanah yaitu dikarenakan belum adanya kesepakatan harga dengan pemilik tanah.
  2. Program pembangunan saluran drainase/gorong-gorong. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu hanya terealisasi 1 pembuatan saluran/drainase dari yang di targetkan 4 buah saluran/drainase, dkarenakan tidak adanya anggaran.
  3. Program pembangunan turap/talud/bronjong. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu hanya terealisasi 4 dinding penahan dari 16 dinding yang ditargetkan karena tidak adanya anggaran.
  4. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu pada kegiatan pemeliharaan jembatan desa yang ditargetkan dalam 1 tahun sejumlah 30 jembatan desa, tidak dapat direalisasikan karena tidak adanya anggaran.
  5. Program inspeksi kondisi jalan dan jembatan.
  6. Program pengembangan sistem informasi data base jalan dan jembatan.
  7. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat kendala yaitu pada kegiatan pengadaan dan pemasangan patok saluran irigasi dan pada pengadaan penakar curah hujan dkarenakan tidak adanya anggaran.

Prioritas pembangunan daerah tahun 2015 disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2011-2015 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015. Prioritas pembangunan daerah merupakan arahan bagi SKPD dalam menjabarkan program dan kegiatan yang dibutuhkan pada tahun 2015, dan berkorelasi dengan pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan nasional, diantaranya adalah :

  1. Peningkatan integrasi koneksitas, kuantitas dan kualitas infrastruktur yang berwawasan lingkungan dengan fokus pembangunan kepada peningkatan kemantapan infrastruktur jalan dan irigasi sehingga terwujud meningkatnya infrastruktur jalan dan jembatan yang berkualitas dan terintegrasi untuk mendukung pergerakan orang, barang/jasa.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan serta kualitas kehidupan sosial masyarakat dengan fokus pembangunan kepada peningkatan pencegahan dan penanggulangan bencana, serta pasca penanganan bencana, program rehabilitasi/pemeiharaan jalan dan jembatan serta program pengendalian banjir sehinga dapat terajaganya kondisi infrastruktur kebinamargaan serta meningkatnya infrastruktur sumber daya air, waduk dan irigasi yang optimal untuk mendukung upaya pengendalian daya rusak air dan pendayagunaan sumber daya air.

Untuk kegiatan peresmian/kegiatan yang telah selesai dilaksanakan :

  1. Jembatan Kali Angke (jalur lambat) pada ruas jalan Sukahati – Jampang di lokasi kecamatan Tajurhalang telah selesai dilaksanakan pada tahun anggaran 2015.
  1. Rehabilitasi fungsi jaringan irigasi D.I. Toblongan II (tahap II) di lokasi desa Tegal Waru kec. Ciampea telah selesai dilaksanakan pada tahun anggaran 2015.
  • Penanggulangan Perbaikan jalan pada Upt. Teknik Jalan dan Jembatan VI Wilayah Cigudeg : Ruas Jalan Cigudeg – Kiara Sari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

(adv)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*