Bupati Bogor Resmikan BPRS Bank Tegar Beriman

Bupati Bogor Nurhayanti (tengah) meresmikan BPRS Bank Tegar Beriman, Rabu 16/3 (dok. KM)
Bupati Bogor Nurhayanti (tengah) meresmikan BPRS Bank Tegar Beriman, Rabu 16/3 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Grand launching Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bogor Tegar Beriman (BTB), yang memfokuskan pada kehalalan produk perbankan menurut ajaran Islam, dihadiri para undangan, ketua DPRD, serta jajaran pemerintah kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti meresmikan bank BUMD tersebut, mengucapkan puji dan syukur serta menyatakan diri sebagai nasabah pertama bank syariah BTB.

“98% muslim adalah potensi nasabah yang bisa dikerjasamakan dengan UKM, yang dimiliki 600 ribu usaha sekitar 13.000 industri kecil dan dapat menjadi pembiayaan, unsur yang harus digali. Jangan garap PNS untuk menjadi nasabah yang sudah disekolahkan di Bank Jabar, kecuali pakai jaminan lain,” tutur Nurhayanti, dalam sambutannya, Rabu 16/03/2016.

“Harus mampu menarik nasabah dengan program. Kalau maju, Pemda juga akan menambah sahamnya, memberikan layanan terbaik bagi seluruh nasabah dan tentu saja dalam jangkauan layanan tadi, bertahap tapi mantap, harus maju, serta menjaga independensi,” terangnya.

“Pinter-pinter aja bagaimana mempromosikannya, kemudian mendapat dukungan perbankan syariah, pontensi nya luar biasa, harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan prinsip-prinsip pembiayaan keuangan yang berbasis syariah, menjadi pedoman dalam mengelola uang pemerintah daerah. Optimalkan investasi pemerintah daerah, stabilitas usaha harus menjadi tujuan, kuatkan dulu pondasinya namun tetap harus berupaya mendorong pertumbuhan PT. BTB. Ciptakan produk dan layanan yang kompetitif, dengan melihat perkembangan,” paparnya.

“Jadi PT. BTB hendaknya juga memberi dukungan terhadap pengembangan ekonomi rakyat, oleh karenanya garapannya UMKM, ada 15.000 yang dimiliki. Sekecil apapun ada dana CSR nya, diharapkan dana CSR dapat dirasakan masyarakat lingkungan sekitar, termasuk BUMD yang ada di lingkungan kabupaten Bogor,” tutur Nurhayanti, melanjutkan dengan menggunting pita.

Ditempat yang sama, Direktur PT BTB, Daden Najarudin memaparkan modal anggaran yang dikelola milik APBD kabupaten Bogor dan swasta. “Kalo APBD yang disetor awal itu dari 30 M itu 8,4 M itu belum di apa-apa kan (belum terpakai -red), karena OJK mensyaratkan pembukaan dulu baru mulai bisa dicairkan. Kalau di perda 20 tahun 2011, 30 M modal dasar tapi tahap awal 8,4 M APBD, diikuti oleh pihak swasta, total 8,568.m,” jelasnya kepada wartawan.

Perencanaan penguatan sistem yang menjadi prioritas, Daden menjelaskan, “Tahap awal kita menguatkan pondasi, infrastruktur, SDM, terutama IT karena kita harus online dengan OJK. Belum ada ekspansi membuka kantor cabang, menguatkan disini dulu,” terangnya.

“Kalau untuk penghimpunan dana kita betul-betul membuka ke semuanya nih, tapi untuk pelemparan ataupun pembiayaan (prioritas) itu segmennya jelas UMKM usaha mikro kecil menengah, karena posisi kita ritel banking,” ungkap Daden.

Namun ia menuturkan juga bahwa belum ada kerjasama dengan DISKOPERINDAG yang membidangi langsung terkait UMKM di kabupaten Bogor. “Belum, yang sudah punya unit saja, semacam PD pasar, dinas pendidikan, dinas kesehatan, intinya kalo BUMD semua (bisa di biayai),” lanjutnya.

“April awal, kita sudah runing hingga per 31 Desember 2016, targetnya 1000 nasabah dengan segmen UMKM, mikro dan konsumer banking, pembiayaan tergantung skema. Maksimal menurut aturan di Indonesia hingga Rp. 500 juta, terkecil sampai Rp. 20 juta,” jelasnya. (Tyr)

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Terima kasih atas info tentang peresmian bprs bank tegar beriman oleh bupati bogor semoga semakin jaya

Leave a comment

Your email address will not be published.


*