Biskuit Nissin Diduga Mengandung Lilin, YLKI akan Uji Laboratorium

Biskuit yang dengan mudah terbakar, diduga mengandung lilin (dok. KM)
Biskuit yang dengan mudah terbakar, diduga mengandung lilin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Maraknya video biskuit renyah yang diduga mengandung lilin dan bahan kimia berbahaya lantaran bisa terbakar habis di media sosial memicu pertanyaan dari kalangan masyarakat luas khususnya warga Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal itu, Kasie Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bogor Jaya Sanirin mengaku akan mengecek langsung terkait hal itu. Pasalnya, produk biskuit ternama tersebut disinyalir terbuat dari bahan kimia berbahaya dikarenakan dapat dibakar secara spontan hingga habis.

“Saya baru dengar tentang informasi ini, bahkan tadi juga baru saya lihat videonya dan kaget setelah melihatnya. Dan untuk memastikan kecurigaan masyarakat apakah biskuit ini mengandung lilin kami akan lakukan uji petik dan laboratorium,” ujar Jaya Sanirin kepada KM, Jumat (04/03) sore.

Ia menambahkan, apabila biskuit ini mengandung lilin maka akan cukup berbahaya bagi yang mengkonsumsi makanan ringan itu. Dirinya pun meminta agar produk ini ditarik dari peredaran karena akan berdampak berbahaya bagi konsumen.

“Kami menghimbau agar masyarakat konsumen berhati-hati dalam memilih produk makanan atau minuman apapun, dan sebaiknya apabila berita ini tidak benar, pihak produsen segera mengklarifikasinya,” himbaunya.

Lebih lanjut Jaya mengutarakan, karena video ini di upload TNI dan Polisi hingga kalangan masyakarat biasa dirinya yakin ini bukan persaingan bisnis, tetapi bagian koreksi dan keresahan masyarakat tentang produk makanan ringan tersebut.

“Tentunya TNI dan Polisi tidak sembarangan dengan mengupload video ini ke media sosial atau youtube, dan pastinya mereka sudah berpikir secara matang sebelum mengunggahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Refi konsumen yang biasa memakan biskuit ini cukup kaget. Ia mengaku setelah melihat langsung kini dirinya akan berpikir kembali apabila memakan biskuit ini.

” Ya cukup takut, sebaiknya produsen mengklarifikasi hal ini dan semoga biskuit ini tidak benar mengandung lilin atau zat berbahaya lainnya,” tutup Refi. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*