Ratusan Warga Babakan Madang Belum Tersentuh Aliran Listrik

Ilustrasi pemadaman listrik.
Ilustrasi pemadaman listrik.

BOGOR (KM) – Meski jarak Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor yang ada di Kecamatan Cibinong hanya kurang dari 20 kilometer dan bertetangga dengan sebuah perumahan mewah, namun ironisnya di desa ini masih ada sekitar 400 kepala keluarga yang hidup dalam kegelapan, lantaran sampai sekarang rumahnya belum tersentuh listrik.

“Terkadang kami iri dengan warga desa lainnya di Kabupaten Bogor yang telah puluhan tahun sudah menikmati terangnya lampu neon, sehingga tak perlu lagi membeli minyak tanah untuk lampu cempor yang kami gunakan untuk penerangan di kala malam tiba,” keluh seorang warga bernama Amin, kepada KM, Jum’at (04/03/16).

Sementara itu, Kepala Desa Bojong Koneng Agus Syamsudin mengungkapkan, gara-gara belum ada listrik, aktivitas warga di beberapa kampung yang ada di desanya menjadi terhambat. “Kami setiap tahun selalu mengusulkan agar 400 kepala keluarga yang rumahnya belum teraliri listrik dimasukan sebagai penerima bantuan program listrik masuk desa,” imbuhnya.

Namun sayangnya, kata Agus, sampai sekarang belum ada titik terang, apakah program lisdes masuk ke Bojong Koneng atau tidak. “Tapi kami sih berharap, minimal dari 400 rumah yang belum teraliri listrik setengahnya pada tahun ini mendapatkan jatah,” ujarnya.

Agus menjelaskan, sebelum ada program lisdes, jumlah KK yang rumahnya belum terpasang jaringan listrik ada sekitar 500 an pada tahun 2015 lalu. “Sisanya sekitar 400 KK itu sampai sekarang masih menunggu, kami berharap Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kepastian apakah Bojong Koneng tahun ini masuk sebagai peneriman program lisdes,” ungkapnya.

Merujuk data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) jumlah kepala keluarga hingga tahun 2015 lalu yang rumahnya belum teraliri listrik mencapai 95 ribuan unit. “Kami sih ingin pada tahun 2018 mendatang, program lisdes rampung, tapi masalahnya alokasi anggaran untuk program lisdes minim, tahun 2015 lalu, kami hanya mendapatkan jatah Rp 9 miliar dari APBD,” kata Kepala Bidang Ketenaga Listrikan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Dede Armansyah.

Dede berharap, ada bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pusat. “Kemampuan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bogor kan terbatas, sehingga perlu ada bantuan dari luar,” ungkapnya.

Masih banyaknya rakyat di Bumi Tegar Beriman yang tiap malam tiba hidup hanya mengandalkan lampu cempor bisa menjadi batu sandungan, untuk merealisasikan mimpi sebagai kabupaten termaju di Indonesia, karena dari 25 penciri yang ditetapkan, salah satunya adalah tidak ada lagi warga yang hidup dalam gelap-gelapan. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*