Sidat Indonesia Bagi Solusi Peluang Usaha

Dirut PT Sidat Indonesia, Hery, memberikan pelatihan praktek budidaya ikan sidat (dok. KM)

BOGOR (KM) – Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Budidaya Ikan Sidat tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sidat Indonesia di Hotel Duta Berlian,  Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/01/16).  Menurut Direktur Utama Sidat Indonesia, pelatihan ini bertujuan untuk membangun usaha kerakyatan yang membagi keuntungan usaha untuk rakyat indonesia.

Heri, Direktur Utama PT Sidat Indonesia mengatakan, Sidat Indonesia merupakan strategi alternatif yang dapat diandalkan. Selain tahan terhadap gempuran krisis ekonomi yang menyerang bertubi-tubi, Sidat Indonesia juga menyerap tenaga kerja yang minim pendidikan namun memiliki keahlian di bidang tertentu.

“PT Sidat Indonesia adalah perusahaan di bidang perikanan budidaya ikan sidat, yang saat ini kebutuhannya cukup tinggi, terutama untuk negara Jepang. Kami mengajak kepada investor untuk bersama-sama membangun usaha ini. Dengan sistem usaha bersama, kita tidak harus mengeluarkan modal cukup tinggi dan tidak perlu repot untuk mengelola usaha tersebut. Usaha ini sudah berjalan dan memiliki pasar tetap yaitu negara Jepang dan negara maju lainnya”, kata Heri, kepada KM,  di sela pelatihan.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, perusahaannya didirikan pada 19 Agustus 2013 dengan satu jenis usaha, berlokasi di Jl. Raya KH. Abdul Hamid KM. 17, Kp. Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Kabupaten Bogor. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 250 orang, dan telah mengekspor Sidat sebanyak 10 ton per bulan. “Usaha ini saya rintis dari nol. Saat ini kami memiliki kolam pembesaran seluas 500m2 dan rumah pendederan  seluas 100m2. Hari ini peserta akan kami beri pelatihan teori dan dilanjutkan besok untuk pelatihan praktek secara langsung di lapangan”, jelasnya.

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22, tahun 2016 dari berbagai kalangan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Bogor, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Bengkulu, Makasar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta diberikan materi pelatihan seputar pembudidayaan, pemberdayaan Budidaya Ikan Sidat, produk olahan, pelayanan turunan dan dan materi penunjang lainnya. Dengan tujuan utama memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik, karyawan, mitra usaha dan masyarakat. Hadir juga dalam kesempatan ini narasumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Pratma Prihadi A. PI. MM

Advertisement

Praktek Lapangan

Usai dibekali materi pelatihan di hotel  Duta Berlian, Sabtu (30/01/16), para peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22 tahun 2016 yang diselenggarakan PT Sidat Indonesia melanjutkan praktek lapangan di lokasi budidaya di Kampung Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (31/01/16) siang. Di lokasi ini, para peserta diberikan pembekalan praktek secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Sidat Indonesia, Hery.

Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mengikuti pelatihan tahap kedua yang digelar panitia. Dirut PT. Sidat Indonesia, Hery,  menjelaskan, dipelatihan tahap ke dua ini, para peserta mengikuti tahapan kegiatan pengenalan ikan sidat kedua, pendederan 1, persiapan media budidaya, persiapan kebutuhan pendederan tahap 2 dan 3, praktek perawatan dan penanggulangan penyakit pada ikan Sidat. Kegiatan diakhiri dengan Ishoma sambil mencicipi Shirayaki dan cara pengemasan ikan Sidat. “Usai pelatihan, seluruh peserta kami berikan sertifikat pelatihan, kartu anggota dan surat pernyataan membeli dari perusahaan kami”, ujar Hery.

Sementara itu, I Gede Sarjana, salah satu peserta dari Denpasar Bali, kepada berimbang.com mengatakan, motivasinya dalam mengikuti pelatihan untuk menimba ilmu tentang budidaya dan pengolahan ikan Sidat. “Saya mengetahui usaha ikan sidat dari internet. Setelah membaca artikelnya saya tertarik sehingga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Sidat Indonesia, dengan harapan ketika saya sudah mendapatkan ilmu dan bisa mempraktekan,  saya akan mengembangkan usaha tersebut di kampung halaman saya untuk mensejahterakan masyarakat”, Pungkas I Gede Sarjana, yang juga seorang pengusaha jasa Tourism di daerahnya itu. (Raden Supriyadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*