Mainan Berbahaya Beredar di Sekolah Dasar

CIAMPEA (KM) – Banyaknya jajanan dan mainan yang berbahaya untuk anak di bawah umur seperti mainan kado kadoan yang berisi mainan yang meyerupai kondom, membuat sekolah-sekolah dasar dan TK mewaspadai para penjual makanan dan mainan yang dapat mempengaruhi pikiran para siswa. Seperti halnya SD Bojong Rangkas 4, yang memiliki 475 anak murid. SD tersebut melarang para pedagang berjualan di area sekolah itu. Hal tersebut untuk menjaga agar para anak terhindar dari jajanan yang berbahaya seperti mainan yang meyerupai kondom itu yang sekarang banyak beredar diberbagai daerah.

Dilarangnya para pedagang berjualan di area sekolah itu diungkapkan oleh Zubaedah, kepala sekolah SDN Bojong Rangkas 4. Dirinya mengatakan, sekolahnya telah melarang para pedagang mainan atau jajanan untuk menjaga dan menghindari mainan yang dapat membahayakan para siswa.

“Kami dari pihak sekolah sudah melarang para pedagang agar tidak berjualan di sekitar sekolah, untuk menjaga agar para siswa tidak jajan sembarangan, demi kebaikan para siswa,” kata Zubaedah kepada wartawan, Jumat (29/1).

Maraknya penjual mainan yang membidik SD dan TK sebagai sasaran menjadikan para guru mewaspadai hal tersebut. Banyaknya mainan yang berbahaya untuk anak anak di bawah umur kian marak, selain mainan yang baru-baru ini ramai diberitakan di berbagai media yang mirip dengan kondom.

Ternyata mainan yang dapat membahayakan anak-anak pernah juga ditemukan di bilangan SDN Bojong Rangkas 4, seperti mainan yang dapat melukai anak anak yaitu alat setrum yang menyerupai pistol.

“Belum lama ini disini pernah juga ada yang menjual mainan berbahaya, kayak mainan setrum yang ditempelkan ke kulit lalu ditekan tombol yang membuat aliran listirk mengalir. Itu bisa sakit ketika kena kulit karena sengatan listriknya,” ujar Zubaedah.

“Perlu diwaspadai para pelaku usaha sekarang, bukan lagi mementingkan efek bagi anak-anak terhadap dampak yang dijual, melainkan keuntungan semata. Saya berharap agar para pedagang tidak menjual sembarang mainan atau jajanan karena anak di bawah umur itu hanya melihat keunikan mainan tersebut, tapi tidak mengetahui dampaknya,” tutupnya. (Farid)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*