Ratusan Warga TPA Galuga Ontrog Kantor Pendopo Bupati Bogor

Ratusan Warga TPA Galuga Ontrog Kantor Pendopo Bupati Bogor, Selasa 2/1 (dok. KM)
Ratusan Warga TPA Galuga Ontrog Kantor Pendopo Bupati Bogor, Selasa 2/1 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Lagi, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Hj Nurhayanti kembali melakukan pertemuan yang bertempat di Pendopo Bupati, Selasa (2/2). Pertemuan itu dimaksudkan guna membahas kembali polemik perpanjangan kontrak Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Pemkab Bogor. Selain itu, ratusan massa dari tiga desa yaitu desa Galuga, Cijujung, dan Desa Dukuh Kecamatan Cibungbulang menggeruduk kantor Pendopo Bupati dengan melakukan aksi demo di depan pintu masuk kantor tersebut yang berlokasi di Komplek Pemkab Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ratusan massa yang terdiri dari mulai anak-anak hingga orang tua, menuntut kepada orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman (Bupati,red) itu agar sebelum menandatangani kontrak kerjasama perpanjangan ijin TPA Galuga diminta terlebih dulu merealisasikan dan memasukkan usulan-usulan yang sudah disepakati dan ditanda tangani dalam draft kontrak kerjasama

Kedatangan ratusan warga pun sebagai bentuk kekecewaan kepada Bupati Bogor Hj Nurhayanti terkait kompensasi yang hanya Rp 15 ribu per 6 bulan.

Advertisement

Warga Kampung Cisasak, Desa Cijujung mengatakan, hanya memperoleh kompensasi sebesar Rp 15 ribu yang diberikan oleh pemerintah desa kepada warga setiap enam bukan sekali. “Itu juga tidak tentu, kadang-kadang malah tidak ada sama sekali,” ujar Anda (42) kepada KM, Selasa (2/2/2016).

Sementara itu, warga Kampung Sinarjaya, Desa Galuga, Hendi (53) membeberkan sejak tahun 2007 dirinya belum sama sekali menerima bantuan kompensasi apapun dari pemerintah. “Sejak ada TPA Galuga, kami warga Desa Galuga belum pernah terima bantuan sama sekali,” keluhnya.

Dia berharap, pemerintah Kota maupun Kabupaten Bogor yang membuang sampahnya di TPA Galuga bisa memberikan ganti rugi kepada penduduk sekitar TPA Galuga.

“Kami juga sudah tidak bisa bercocok tanam, soalnya tanah dan airnya sudah tercemar,” ujarnya.

Pantauan Kupas Merdeka, suasana sempat memanas saat puluhan warga sempat merangsek masuk ke dalam kantor Pendopo Bupati, namun Petugas Satuan Polisi Pamang Parja (Satpol PP), Pemkab Bogor yang berada dilokasi langsung menghadang warga tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*