SAPU Indonesia Minta Presiden Tindak Tegas Luhut

Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan (dok. Tempo)
Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan (dok. Tempo)

BOGOR (KM) – Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU Indonesia) mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk segera memberikan teguran keras kepada Menkopolhukam Luhut B Panjaitan, karena di dalam pernyataannya menginstruksikan Polri agar menembak buruh yang melanggar peraturan saat buruh melakukan aksi menuntut hak-haknya.

Menurut Ketua umum Sapu Indonesia, Harry Ara, sikap tegas itu tidak selalu dengan menunjukkan arogansi, dan saat ini kepemimpinan sipil yang ada jangan dinodai dengan gaya militeristik yang berlebihan.

“Bangsa ini sudah lama meninggalkan “gaya gaya lama”, saat ini era reformasi kepastian hukum sekaligus kepastian Hak Asasi Manusia yang di tegakkan,” terangnya pada KM, Senin (22/2/16).

Dirinya menyayangkan jika pihak TNI dan Polri sebagai alat negara bukan digunakan untuk melindungi rakyat melainkan menakut-nakuti rakyat terlebih mengancam dan menyingkirkan semangat Demokrasi serta substansinya.
Menurutnya, Menkopolhukam boleh saja tegas, tapi harus tetap konstitusional, tidak bisa secara personal mengatur alat negara dengan emosional. Harusnya sebagai Menkopolhukam Luhut ikut serta membantu Presiden mengurai tuntutan buruh secara proporsional. Karena, sambung dia, mengapa buruh sampai menolak keras Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

“Jadi fokus dikaji secara ilmiah dan objektif bukan justru bersikap subjektif seolah-olah hanya “melindungi kepentingan pengusaha semata”. Bangsa ini milik rakyatnya, bukan milik kelompok kepentingan tertentu,” pungkasnya. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*