Petani Ikan dan PT. JDG Akhirnya Bertemu, Adakan Mediasi

Kiri-kanan: Sekcam Pamijahan Dedi, Camat Rosidin, dan perwakilan dari pihak PT. JDG (Edi, Yayu, Jhon Pantauw). (dok. KM)
Kiri-kanan: Sekcam Pamijahan Dedi, Camat Rosidin, dan perwakilan dari pihak PT. JDG (Edi, Yayu, Jhon Pantauw). (dok. KM)

PAMIJAHAN (KM) – Selama hampir tiga bulan perjuangan yang cukup melelahkan, menuntut hak-hak keadilan kerugian yang di alami oleh petani ikan yang tergabung dalam Paguyuban Petani Ikan Air Deras Pamijahan (PPIADP) terhadap PT. Jaya Dinamika Geohidroenergy (PT. JDG), mediasi diadakan antara kedua pihak di Kantor Kecamatan Pamijahan, Rabu 10/2.

Lewat dialog dan perdebatan yang cukup alot dan panjang akhirnya tiga kesepakatan bersama tercapai, yang mungkin bisa menyelesaikan tuntutan PPIADP terhadap PT. JDG. Rapat mediasi dihadiri oleh perwakilan PPIADP (Tim Sembilan), Camat Pamijahan Rosidin, Sekcam Pamijahan Dedi, Muspika Kecamatan Pamijahan dan perwakilan dari PT. JDG (Jhon Pantauw, Yayu, Edi).

Inilah tiga kesepakatan antara PPIADP dan PT. JDG:

  1. JDG memberikan Bantuan (Kerohiman) kepada para Petani Ikan sebesar Rp.750.000.000. JDG meminta waktu sebulan untuk pencairannya.
  2. Disepakati bersama untuk membentuk Tim Independen yang mengkaji dan menghitung akan jumlah kematian ikan pada kejadian tersebut, untuk validitas data bersama antara data yang dimiliki oleh Petani Ikan dan PT. JDG.
  3. (a) Petani Ikan yang di wakili Tim 9 meminta hasil kajian dan hitungan Tim Independen dijadikan dasar ganti rugi (angka kematian ikan × harga pasar) sesuai dengan bobot ikan.
    (b) Tim Independen didampingi oleh Tim 9.
    (c) Setelah ada hasil dari Tim Independen dan kajian tersebut disepakati bersama-sama maka perusahaan bertanggung jawab penuh kepada para Petani Ikan yang tergabung dalam paguyuban.
    (d) Perusahaan akan menjadikan hasil kajian dan hitungan Tim Independen sebagai dasar pertimbangan besaran pemberian bantuan (Kerohiman)
    (e) Bahwa yang tercantum dalam poin 3 huruf A, B, C dan D belum ada kesepakatan dan tidak mengikat kepada poin 1 dan 2.

Menanggapi tiga poin kesepakatan tersebut Dirut PT. JDG, Jhon mengatakan, “untuk bantuan uang kerohiman Rp.750.000.000 yang pencairan Bulan Febuari, hasil kesepakatan rapat di BPBD (7/12/15) meminta waktu sebulan untuk pencairannya dikarenakan kita belum menerima dan menandatangani Berita Acara (BA) dari BPBD Kabupaten Bogor. Jadi dengan BA itu saya bisa ajukan pencairan ke Dewan Direksi, padahal sudah dua kali saya meminta ke BPBD untuk segera di kirim”.

“Untuk Tim Independen saya serahkan ke pihak Kecamatan untuk membentuknya dan memilih orang-orang yang kredibel dan transparan tanpa ada dusta diantara kita atau mark up data. Setelah timbul data yang valid dari Tim Independent kita akan adakan kajian internal dulu berapa kesanggupan kita untuk membantu, di poin inilah yang mungkin ada perbedaan. Inginnya petani ikan setelah timbul data langsung bayar sesuai dengan harga ikan di pasaran, itu sama saja kita di todong,” kata Jhon.

Perbedaan persepsi di poin ketiga inilah yang sempat mengakibatkan deadlock dan sempat terhenti mediasi sekitar satu jam, sehingga dari pihak PT. JDG belum menandatangani berita acara point-point kesepakatan bersama sampai berita ini diturunkan.

“Pokoknya kita tidak mau sepakat di poin ketiga, kenapa harus dikaji internal lagi nominal hasil Tim Independen dan sifatnya bantuan, kalau misalnya hasil Tim Independen satu kilo ya tingal bayar satu kilo dengan harga jual pasar,” tegas ketua PPIADP Zaenal Mutakin (H. Acek).

Menyikapi sedikit selisih pendapat di poin ketiga Camat Pamijahan Rosidin mengatakan, “semuanya punya niat baik dan berfikiran positif semua, intinya sama cuma beda bahasa. Mudah-mudahan masyarakat hari ini bisa melangsungkan kehidupan, kasihan melihat masyarakat yang dari dulu bertani ikan tidak bisa beraktivitas dikarenakan dampak bencana, untuk kelangsungan jangka pendek dari pihak PT. JDG memberikan bantuan uang kerohiman Rp.750.000.000”.

Dengan belum ditanda tanganinya BA oleh pihak JDG menjadi cerita panjang perjuangan para Petani Ikan dan PT. JDG untuk mencari solusi saling menguntungkan bersama, dan hingga kini belum dapat bersinergi untuk kemajuan masyarakat khususnya masyarakat Pamijahan. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*