Kampak Bogor: Korban Pemerkosaan Tidak Pantas Dizholimi Untuk Kedua Kalinya

KDRT (ilustrasi)
Kekerasan dalam rumah tangga (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Laporan SM (19) warga Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang diketahui mengalami tindakan asusila hingga kini belum menuai kabar baik dari Penyidik dari Polres Bogor. Pasalnya, Korban SM itu menjadi korban atas dugaan kejahatan pemerkosaan sebagaimana yang dimaksud Pasal 285 KUHP, yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku.

Kuasa Hukum keluarga korban dari ketua Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi (Kampak) DPC Kota Bogor, Anggi Triana mengatakan Sampai saat ini keterangan Penyidik POLRES BOGOR masih sama dengan keterangan lalu-lalu, bahwa perkara masih kekurangan bukti. Menurutnya, apabila merujuk pada Pasal 184 KUHAP terkait alat bukti permulaan untuk menjerat pelaku sudah dibilang cukup, pertama : hasil visum korban dan yang kedua : keterangan korban, keterangan saksi-saksi, pakaian-pakaian korban yang sudah rusak akibat pemaksaan serta pengakuan dari beberapa terlapor.

“Saya fikir hal itu sudah menguatkan kepolisian resor Bogor dalam hal ini penyidik untuk sesegera mungkin menangkap pelaku dan menetapkan tersangka bagi ketujuh pelaku tersebut,” pinta Anggi melalui siaran Pers kepada wartawan, Rabu (10/2/16).

Ia menambahkan, mengingat Korban pemerkosaan merupakan penderita tuna rungu dan tuna wicara, bukan berarti Penyidik beralasan tidak mampu berkomunikasi baik dengan korban sehingga lantas dijadikan mempersulit dalam proses penyidikan. Selain dari pada masukan-masukan tentang proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik dari Polres Bogor.

“Kami dari KAMPAK DPC KOTA BOGOR selaku Kuasa Hukum dari Korban, akan menggandeng teman-teman dari KOMNAS PEREMPUAN, DINAS SOSIAL dan LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) untuk mengusut tuntas persoalan ini sampai tuntas,” geramnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, apabila mengingat korban tidak hanya mengalami kerugian secara fisik, korban pun mengalami traumatik yang sangat mendalam secara psikis. Maka itu perlu adanya dukungan moril dan mental untuk mengembalikan keadaan korban ke sedia kala. “Kami akan terus mendesak penyidik Polres Bogor agar segera menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas, dan para pelakunya pun dapat dipidanakan sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku,” pungkasnya. (Sahrul)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*