Kepala Sekolah SDN 2 Petir Diduga Sunat Dana Bantuan Siswa Miskin

pungli sekolah
Ilustrasi Pungli di sekolah

DRAMAGA (KM) – Bantuan Siswa Miskin (BSM) merupakan salah satu program yang digelontorkan oleh pemerintah secara langsung tunai untuk siswa miskin yang juklak/juklisnya tidak boleh dipotong sepeser pun.

Akan tetapi, Kepala Sekolah SDN 02 Petir yang berinisial BS di Kecamatan Dramaga menyunat dana BSM per siswa yang mendapatkan bantuan dengan potongan sebesar Rp. 140.000, dengan alasan untuk dibagikan kepada anak murid yang tidak mendapatkan BSM.

Sekitar 145 siswa mendapatkan BSM sebesar Rp. 450.000, yang mana dengan uang tersebut mereka akan pergunakan untuk membeli seragam sekolah baru dan banyak lagi keperluan untuk kelengkapan sekolah bila dana mencukupi. Tapi keinginan itu harus mereka urungkan karena adanya pemotongan oleh sang Kepsek, hal ini sangat disayangkan oleh orangtua murid. Diantaranya, salah satu orangtua yang anaknya duduk di kelas enam yang tidak mau disebutkan namanya karena takut nanti ada intimidasi dari pihak sekolah.

“Anak saya salah satu yang mendapatkan bantuan BSM. Dengan uang itu sebetulnya saya sangat bersyukur bisa meringankan untuk keperluan membeli seragam sekolah, tapi saya heran dan kecewa dengan adanya pemotongan apalagi menurut saya itu terlalu besar. Rp 140.000, untuk apa uang itu? Bukannya bantuan BSM itu tidak boleh di potong?” tuturnya kepada awak media Kupas Merdeka.

Advertisement

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepsek SDN 02 Petir BS menjelaskan, “memang saya akui adanya pemotongan sebesar Rp. 140.000 tapi itu merupakan hasil rapat orang tua murid dan komite. Uang pemotongan tersebut Rp 100.000 saya bagikan ke siswa yang tidak mendapatkan BSM, sekitar 100 siswa, dan yang Rp. 40.000 untuk administrasi, pembelian materai dan biaya operasional operator kami yang mengurus pencairan BSM tersebut,” jelas BS.

Bila kita estimasi jumlah dari hasil pemotongan tersebut dengan perhitungan 145 × Rp.140.000 = Rp. 20.300.000, cukup besar uang yang terkumpul dari hasi pemotongan tersebut. Ketika ditanyakan berita acara persetujuan pemotongan, BS tidak bisa memperlihatkannya dengan alasan dibawa oleh operator yang tidak masuk di karenakan sakit.

(Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*