Apartemen di Taiwan Runtuh karena Gunakan Kaleng Minyak Goreng di Betonnya?

Tim penyelamat dengan alat-alat berat masih berupaya mencari korban yang terperangkap dalam reruntuhan gedung apartemen Wei-guan di Tainan, Taiwan (dok. Reuters)
Tim penyelamat dengan alat-alat berat masih berupaya mencari korban yang terperangkap dalam reruntuhan gedung apartemen Wei-guan di Tainan, Taiwan (dok. Reuters)

(KM) – Gempa bumi yang melanda kota Tainan, Taiwan dan meruntuhkan sebuah gedung apartemen berlantai 17, menewaskan setidaknya 34 orang, telah mengungkapkan apa yang tampak sebagai kelemahan serius dalam konstruksi gedung pencakar langit tersebut.

Sejumlah saksi telah melaporkan bahwa mereka menemukan kaleng-kaleng minyak goreng tertanam di dalam tiang beton yang digunakan sebagai penyanggah gedung apartemen nahas itu. Tampaknya kaleng-kaleng minyak goreng itu digunakan sebagai tulangan tiang beton.

Otoritas setempat telah mengerahkan tiga tim ahli teknik sipil untuk melakukan investigasi terhadap runtuhnya gedung apartemen yang berumur 20 tahun itu. “Ketika (investigasi itu) usai, kami akan menghukum pihak yang bertanggungjawab,” ujar Walikota Tainan William Lai.

Ternyata, penggunaan kaleng minyak goreng seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh oknum pengembang Taiwan. Terungkap juga bahwa “tulangan” beton dengan kaleng minyak goreng ini merupakan biang kerok atas keruntuhan beberapa gedung dalam sebuah gempa bumi yang melanda negara pulau itu pada tahun 1999.

Advertisement

Kanal berita RT melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat keruntuhan gedung apartemen Wei-guan Golden Dragon Building semuanya berjumlah 31.

Kantor berita Reuters juga melaporkan bahwa salah satu bank di Taiwan mempunyai kebijakan menolak memberi pinjaman kepada residen gedung Wei-guan itu karena kelemahan konstruksinya.

Hingga Minggu malam (7/1), tim penyelamat masih berupaya mencari 119 orang yang diyakini masih terperangkap dalam reruntuhan gedung tersebut. Sejumlah 309 orang telah diselamatkan. (HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*