Kejari Cibinong Diminta Lanjutkan Proses Penyelidikan Kasus Suap Periodisasi Kepsek

Kantor Kejaksaan Negeri Bogor, Cibinong (stock)
Kantor Kejaksaan Negeri Bogor, Cibinong (stock)

BOGOR (KM) – Dihentikannya proses penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong dalam mengungkap dalang dibalik kasus dugaan Pungutan Liar pada periodisasi Kepala Sekolah belum lama ini memicu kegeraman masyarakat dan aktivis di Bumi Tegar Beriman.

Kekesalan itu seperti yang diungkapkan Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor, Furqon Ahmad Huda yang menyesalkan sikap yang dilakukan oleh pihak kejari Cibinong, lantaran telah menghentikan proses penyelidikan dalam mencari oknum pendidik kaitan kasus dugaan pungli di periodisasi Kepsek beberapa waktu lalu.

“Kenapa bisa begitu, jadi sekarang ini kami fikir kejari Cibinong selaku pihak yang berwenang dalam mengungkap dugaan kasus suap itu terkesan pro kepada oknum-oknum tersebut. Jika memang tidak, lalu mengapa dihentikan prosesnya. Jadi ini akan menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat luas terutama kami sebagai aktifis,” jelas Furqon pada KM, Kamis (25/02/16).

Furqon menerangkan, apabila kejari benar-benar menghentikan proses penyelidikan itu tentu dirinya dan masyarakat Kabupaten Bogor, sangat kecewa akan tindakannya yang terkesan pro kepada Pemerintah Kabupaten Bogor terutama pihak oknum PNS tersebut.

“Kami minta dengan hormat, agar Kejari Cibinong dapat terus melanjutkan penyelidikannya. Sehingga, oknum itu bisa ditangkap dan dapat diproses secara hukum,” kesalnya.
Meskipun, sambung Furqon, Kejari mengklaim bahwa kasus dugaan suap itu secara subtansinya tidak dapat dibuktikan secara nyata, jadi hal tersebut tidak menjadi alesan kalau kejari Cibinong harus menghentikan pengungkapannya.

“Kejari Cibinong itu kan pihak penyelidik sama halnya seperti Polisi untuk membongkar praktik-praktik suap yang seperti ini. Jadi jangan jadi alasan, bila hanya tidak bisa dibuktikan secara nyata lalu dihentikan begitu saja, kan Kejari bisa memanggil semua guru-guru yang telah dilantik dan Kepsek yang kembali menjadi guru pengajar, menurut saya itu hal yang efektik dan pasti akan terbongkar semua,” tukasnya.  (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*