Kadispenda: Piutang Wajib Pajak di 2016 Capai Angka Fantastis

Kadispenda Kab. Bogor, H. Dedi Bahtiar (dok. KM)
Kadispenda Kab. Bogor, H. Dedi Bahtiar (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor menetapkan semester pertama pada awal tahun 2016 piutang wajib pajak (WP) di Bumi Tegar Beriman mencapai 1,3 triliun rupiah. Jumlah tersebut meningkat karena piutang pajak selama tahun 2014 dan sebelumnya hanya sedikit yang tertagih. Sementara jumlah piutang WP di tahun 2015 juga terbilang tinggi.

Kepala Dispenda Kabupaten Bogor, H. Dedi Bahtiar mengatakan tercatat pajak piutang selama 2014 lalu mencapai angka yang sangat fantastis.

“Pajak piutang wajib pajak tahun 2014 kebelakang 950 miliar, sementara piutang wajib pajak tahun lalu mencapai 400 miliar,” ujar Kepala Dispenda Kabupaten Bogor Dedi Bachtiar kepada KM, Kamis (25/02/16).

Menurutnya, solusi untuk memperkecil jumlah piutang tersebut di antaranya pihaknya sudah melakukan beberapa cara seperti pendekatan persuasif, pemasangan plang dan lainnya bahkan melalui sistem jemput bola.

“Jujur saja dalam polemik ini kami merasa kesulitan,  bagi para WP yang masuk kategori piutang rata-rata tinggal diluar Bogor dan alamatnya tidak sesuai seperti yang ada di Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). Dimana, wajib pajak kita ada sebanyak 1.756.000 orang namun jumlah WP  yang punya hutang hampir 12 juta. Hal itu karena wajib pajak yang punya piutang dan tanah di beberapa lokasi,” jelasnya.

Advertisement

Dedi menerangkan, wilayah yang mengalami piutang wajib pajak menyebar di 40 kecamatan dan besarnya piutang ini karena banyak pembeli tanah, rumah atau lainnya tidak langsung membalik nama pasca transaksi jual beli.

“Rata-rata wajib pajak yang punya piutang adalah bukan pemilik tanah  asli atau tangan pertama. Mereka umumnya pembeli baik itu warga biasa ataupun perusahaan. Banyak kok perusahaan yang belum membalik nama dan Bupati Bogor juga beberapa waktu lalu sudah menekankan, agar mereka segera membalik nama kepemilikan tanahnya,” tutupnya (Sahrul).

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*