KASAD Himbau Deteksi Dini Kelompok-Kelompok Radikal

KASAD Jenderal Mulyono saat bertemu jajaran pimpinan TNI setempat di Putussibau, Kalimantan Barat (dok. KM)
KASAD Jenderal Mulyono saat bertemu jajaran pimpinan TNI setempat di Putussibau, Kalimantan Barat (dok. KM)

PUTUSSIBAU, KALBAR (KM) – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Ibrahim Mulyono menghimbau kepada semua prajurit TNI agar melakukan deteksi dini terhadap perkembangan kelompok-kelompok radikal. Hal itu ia ungkapkan pada saat dirinya menyampaikan pengarahan di Pulau Kambing Makodim 1206/Psb, Jalan Piere Tendean Putussibau, Rabu (3/2/2015) pagi.

“Kepada semua prajurit TNI, saya pesankan agar memasang mata dan telinga. Saya tidak mau mendengar lagi kelompok pembangkang pemerintah, sepert misalnya kelompok Gafatar yang sempat berkembang di Kalbar khususnya di Kapuas Hulu. Harus bisa melakukan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok yang bisa mengancam keutuhan NKRI. Jalankan tugas dengan rasa tanggung jawab, merasa malulah pada Tuhan, karena Tuhan maha tahu. Dekatlah dengan rakyat, karena rakyat adalah kita, dan kita adalah rakyat,” tegas Kasad TNI.

Di tempat terpisah usai memberikan pengarahan kepada Prajurit di Mayonif 644/Wls, di Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Jalan Lintas Utara, terkait kelompok Gafatar kepada Kasad memberikan keterangan kepada KM bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Menteri Sosial. “Kita telah bekerjasama dengan Menteri Sosial dalam proses evakuasi Kelompok Gafatar,” ungkapnya.

Advertisement

“Dengan dikembalikan mereka (kelompok eks Gafatar -red), harapan kita mereka bisa menyatu kembali dengan keluarga dan bisa diterima oleh masyarakat setempat, tidak terjadi konflik atau permusuhan diantara mereka. Selain bekerjasama dengan Menteri Sosial, melalui Komando wilayah kita juga ikut menjaga mereka. Karena apa pun yang mereka perbuat, mereka juga saudara kita. Kita juga menjaga agar tidak ada clash antara mereka dengan masyarakat lain,” pungkasnya.

Sementara itu, diruang VIP Bandar Udara Pangsuma Putussibau, salah satu Jenderal TNI Bintang dua kepada pihak Forkopimda mengatakan bahwa “jangan sampai kawasan hutan lindung (TNBK_red) dijadikan tempat latihan teroris. Harus benar-benar dilakukan pengawasan,” pungkasnya. (budi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*