Gempa Guncang Taiwan, Robohkan Gedung, Tewaskan 3

Gempa berkekuatan 6.4 SR runtuhkan gedung di kota Tainan, selatan Taiwan (dok. Reuters)
Gempa berkekuatan 6.4 SR runtuhkan gedung di kota Tainan, selatan Taiwan (dok. Reuters)

TAIWAN (KM) – Sebuah gempa berkekuatan 6.4 skala Richter mengguncang Taiwan Sabtu (6/2) dinihari, meruntuhkan beberapa gedung dan menewaskan setidaknya 3 orang, tepatnya di kota Tainan, di selatan negara pulau itu. Gempa tersebut mengguncang Tainan pada pukul 4 dinihari waktu setempat di awal liburan Imlek.

Kanal berita Reuters melaporkan, seorang bayi berumur 10 hari dan seorang pria berumur 40 tahun tewas tertimbun ketika sebuah gedung apartemen berlantai 17 runtuh.Tim SAR setempat bekerja keras menyelamatkan korban dengan menggunakan tangga dan crane, dan berhasil menyelamatkan 120 orang dari reruntuhan apartemen tersebut. Tampak puluhan korban dilarikan ke rumah sakit.

Media resmi Taiwan melansirkan bahwa setidaknya 23 korban terluka dalam runtuhnya apartemen tersebut, dimana diperkirakan 200 orang tinggal.

Di kota berpopulasi 2 juta jiwa tersebut, tampak gempa menyebabkan beberapa gedung-gedung menjadi miring dan membahayakan. Namun, tim SAR setempat saat ini sedang memfokuskan usahanya dalam mengevakuasi korban dari apartemen yang runtuh.

Tim SAR Taiwan menyelamatkan korban dari gedung apartemen yang roboh (dok. Reuters)

Tim SAR Taiwan menyelamatkan korban dari gedung apartemen yang roboh (dok. Reuters)

Di tengah operasi penyelamatan korban dari reruntuhan apartemen tersebut, hingga pagi ini dilaporkan bahwa teriakan korban yang belum dievakuasi masih terdengar. Tim penyelamat juga menggunakan anjing dan peralatan akustik untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di tengah reruntuhan tersebut.

Advertisement

“Ada 60 keluarga di gedung itu, sekitar 240 orang tinggal disana,” ujar Lee Mo Pin, jubir Pemadam Kebakaran kota Tainan. Salah satu rumah sakit di kota tersebut juga melaporkan bahwa 58 korban telah dilarikan ke RS tersebut, kebanyakannya dengan luka-luka ringan. Pemadam Kebakaran setempat melaporkan 115 korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Besaran Kerusakan Masih Belum Jelas

Presiden Taiwan Ma Ying-Jeou menerangkan bahwa otoritas setempat hingga saat ini masih belum mengetahui besaran kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tersebut. “Situasi bencana masih belum jelas. Kami akan terus mengupayakan untuk menyelamatkan dan mengamankan korban yang selamat,” ujarnya, sebelum meninggalkan ibukota Taiwan, Taipei, menuju lokasi bencana.

Kanal media Formosa TV melaporkan bahwa wartawan dapat mendengar teriakan dan tangisan orang-orang yang masih terjebak dalam reruntuhan gedung apartemen tersebut. Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan 810 prajurit untuk membantu evakuasi korban selamat.

Pemadam kebakaran menyemprot air untuk mencegah terjadinya kebakaran, dan juga menggunakan crane dan tangga untuk mengakses lantai-lantai atas.

Dilaporkan bahwa gedung apartemen tersebut runtuh pada lantai 1 nya dan mengakibatkan gedung tersebut jatuh.

Seperti di Indonesia, negara Taiwan berada pada ring of fire atau “cincin api” yang mengelilingi Samudera Pasifik, dan kerap mengalami gempa bumi. (HJA)

 

 

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*