Kajari Didesak Usut Kembali Dugaan KKN pada Pembangunan RSUD Leuwiliang

Ketua Persatuan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Sujana (dok. PRB)
Ketua Persatuan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Sujana (dok. PRB)

BOGOR (KM) – Penegakan hukum di Bumi Tegar Beriman dirasa masih belum sepenuhnya terwujud alias mandul, hal ini disebabkan karena komitmen para penegak hukum. Salah satunya, proses penyidikan kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Ketua Pergerakan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Sujana, mempertanyakan mengapa hingga kini pihak penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong belum juga menuntaskan masalah dugaan KKN tersebut.

“Kan kasus itu sudah sejak lama ditangani oleh Kejari Cibinong, bahkan diketahui saat Kepala Kejari Cibinong diganti dengan yang baru yakni Lumumba Tambunan, mereka telah menetapkan dua orang pengusaha kontraktor sebagai tersangka dalam kasus tersebut,” kata Ruhiyat kepada KM, Jum’at (26/02/16).

Ruhiyat menambahkan, kepastian dan kejelasan perkembangan kasus tersebut hal ini berdampak tentu akan preseden buruk atas penegakan hukum di Bumi tegar Beriman, malah akan mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukumnya.

“Maka dengan ini kami mendesak kejari Cibinong agar segera mengusut tuntas, karena kami pun tahu persis proses tersebut. Kami juga tak segan-segan untuk mendorong agar kasus ini di supervisi dan melaporkan kejari cibinong karena dianggap lamban dalam penanganan kasus itu,” kecamnya.   (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*