19 Pesapon Dipecat, Anggota Komisi III DPRD Geram

Petugas Kebersihan DKP, atau disebut juga Pesapon (stock)
Petugas Kebersihan DKP, atau disebut juga Pesapon (stock)

BOGOR (KM) – Sikap arogan yang ditampakkan oleh Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor, berbuntut panjang. Pasalnya, ketidakpuasan yang awal ditunjukkan oleh Pesapon (tukang sapu, red) terhadap kebijakan DKP dengan menahan gaji mereka berujung dengan unjuk rasa belum lama ini.

Setelah itu, pihak DKP pun geram dengan kritik Pesapon yang diungkapkan dengan demo, dan alhasil 19 pejuang kebersihan pun dipecat secara sepihak oleh Kabid Kebersihan, Ateng Sasmita. Sontak, pemecatan itu pun menuai kritik pedas dari berbagai kalangan.

Seperti yang diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Slamet Mulyadi menegaskan sikap arogan dan perbuatan semena-mena yang ditunjukkan oleh seorang Kabid di DKP tentu sangat tidak dibenarkan, dengan melakukan pemberhentian secara sepihak terhadap 19 Pesapon tersebut.

“Apa-apaan maksudnya kabid itu, senenaknya saja memecat orang kecil begitu. Saya akan panggil segera pejabat tersebut, untuk mempertanyakan kenapa hal itu bisa terjadi dan apa alasannya,” tegas Slamet kepada KM, Jumat (26/02/16).

Dirinya menyayangkan, jika pemecatan yang dilakukan DKP berlandaskan sifat arogan, maka itu tidak bisa diterima dan tak dapat di tolerir.

“Harus ada dasarnya, jangan asal melakukan pemecatan tanpa ada dasar yang kuat. Bila perlu nanti saya akan bahas ini dalam agenda rapat di komisi III DPRD guna menindaklanjuti perihal ini,” kecamnya.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan, aksi unjuk rasa menurutnya hal yang wajar karena ketidakpuasan terhadap dinas, lantaran untuk meminta kejelasan tentang upahnya yang belum diberikan.

“Jika benar dia (kabid kebersihan -red) seperti itu, sama saja dia melanggar aturan yang telah tertuang dalam UU tentang mengemukakan pendapat di depan umum. Dan unras itu pun menurut saya pribadi menjadi hal yang wajar, apalagi kan mereka hanya meminta kejelasan upah yang belum diterimanya,” pungkasnya. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*