Dialog FMB-Pejabat Kabupaten Dorong Pencapaian Visi-Misi Kabupaten Bogor

FMB adakan dialog dengan tokoh pejabat tinggi Kabupaten Bogor untuk menilik kemampuan mencapai visi dan misi Kabupaten Bogor (dok. KM)
FMB adakan dialog dengan tokoh pejabat tinggi Kabupaten Bogor untuk menilik kemampuan mencapai visi dan misi Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen pengontrol (agent of control), sudah selayaknya merefleksikan diri dan mencoba menggali apa saja permasalahan yang yang ada di Bumi Tegar Beriman, agar visi dan misi Bogor sebagai Kabupaten termaju di Indonesia bisa tercapai.

Tekad ini dicerminkan oleh Forum Mahasiswa Bogor (FMB) yang menyelenggarakan dialog interaktif awal tahun dengan mengangkat tema “Mampukah Bupati Menjadikan Kabupaten Bogor Sebagai Kabupaten Termaju Di Indonesia?”.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi, dan Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, Lumumba Tambunan, Serta SKPD pemerintah Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Kamis 04/02.

Ketua DPRD Bogor yang akrab dipanggil Jaro Ade mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang selama ini dihadapi oleh Pemkab dalam mewujudkan visi-misinya. “Untuk mewujudkan Kabupaten Termaju, rupanya tidak semudah membalikan telapak tangan, masih banyak persoalan-persoalan di lapangan yang belum terlaksana. Dan perlu ada kerja sama semua pihak agar cita-cita kabupaten termaju bisa terwujud dengan baik,” ujar Jaro Ade.

Di tempat yang sama, ketua panitia M.Iskandar Zulkarnain memaparkan bahwa acara dialog ini bukan semata-mata acara seremonial, tetapi peran mahasiswa juga diharapkan bisa memberikan pemikiran yang kongkrit untuk kemajuan Kabupaten Bogor. “Semua pihak harus terlibat dan memberikan gagasan untuk mewujudkan kabupaten termaju di Indonesia, karena selama dari 25 penciri ini masih banyak yang ketinggalan,” paparnya.

Advertisement

“Mulai dari pendidikan, kesehatan, nilai jual ekonomi, pelayanan publik dan lain-lain maka dari itu, pemerintah harus kerja ekstra dalam mewujudkan cita cita yang mulya ini agar tercapai dan sesuai dengan harapan masyarakatnya,” lanjutnya.

Peran pengawasan FMB terhadap kinerja pemerintah juga didengungkan oleh Ketua FMB Rahmatullah. “Kami dari FMB akan terus melakukan pengawasan terhadap baik eksekutif, legislatif dan yudikatif agar semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat pemerintah dan aktivis anti korupsi Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi memaparkan, saat ini APBD Bogor masih terbilang kecil.

“Jika PAD tidak di dongkrak lagi, harus maksimalkan SDM dan SDA yang ada. Hal ini akan mendorong agar Kabupaten Bogor mampu mewujudkan visinya,” tandasnya. (farid/wawan/aril/faizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*