Dahlan Iskan: MEA Peluang Indonesia untuk jadi Pemenang di Pasar Dunia

Dahlan Iskan menjadi narasumber pada seminar tentang MEA di kampus UNIS Tangerang, Sabtu 20/2 (dok. KM)
Dahlan Iskan menjadi narasumber pada seminar tentang MEA di kampus UNIS Tangerang, Sabtu 20/2 (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau biasa disebut juga pasar bebas Asia Tenggara, hari ini sudah berlaku. Badan eksekutif mahasiswa fakultas ekonomi UNIS Tangerang mengundang Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN yang juga bos koran Jawa Pos ini memberikan materi serta menjadi narasumber dalam rangkaian acara Seminar MEA di Auditorium UNIS Tangerang, Sabtu (20/2).

Ratusan mahasiswa hadir dalam seminar tersebut dari berbagai universitas seperti UIN, Raharja, UMT, dan ITI. Bahkan masyarakat umum pun ikut belajar dan menyerap pemikiran Dahlan dalam menghadapi MEA. Acara ini juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat umum yang merasa perlu wawasan yang lebih bahwa bukan  tidak mungkin negara Indonesia lah yang menjadi pemenang dalam pasar bebas ini.

Dahlan menjelaskan, diantara hampir 300 juta jiwa masyarakat Indonesia, 50 juta jiwa adalah orang kaya. Secara matematis ini lebih besar dari jumlah di negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei, bahkan Australia sekalipun.

“Kalau bisa MEA ini ditolak, tetapi kenyataannya sudah berjalan. Kita harus hadapi dengan tidak melihatnya sebagai suatu ancaman, tetapi kita jadikan MEA ini sebagai peluang yang sangat besar” ujar Dahlan.

Ia juga menghimbau agar pola pikir masyarakat Indonesia harus diubah yang tadinya konsumtif, menjadi produktif.

Dianti, ketua pelaksana kegiatan mengatakan “Dalam program MEA ini Indonesia harus bisa menjadi bos di negeri sendiri, bukan hanya menjadi tuan rumah. Perkataan bung Karno inilah yang mendorong kami melaksanakan kegiatan ini karena kami peduli dan tidak mau menjadi kuli di negeri sendiri”.

Persaingan dalam era MEA ini bukan lagi dengan tetangga kita yang berada di luar daerah, kota, provinsi, dan pulau. Tetapi hari ini masyarakat Indonesia bersaing dengan negara-negara lain. “Cukup dimulai dari hal kecil, cintailah produk Indonesia,” tutupnya. (Rizal Kurniawan)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*