Ratusan Warga Demo Kantor Desa Nanggung, Tuntut Kepala Desa Mundur

Warga desa Nanggung, Bogor, geruduk kantor Kades Nanggung menuntut agar Kades desa tersebut turun. (dok. KM)
Warga desa Nanggung, Bogor, geruduk kantor Kades Nanggung menuntut agar Kades desa tersebut turun. (dok. KM)

NANGGUNG (KM) – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor Kepala Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, buntut dari kelakuan kepala desa yang diduga telah main serong dengan istri yang sudah bersuami minggu lalu (11/2).

Aksi demo berlangsung di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat dengan bantuan personil dari Mapolsek zona 4 dan 5 berjumlah 88 personil untuk mengawal, menjaga dan mengayomi unjuk rasa agar tidak terjadi aksi anarkis.

“Unjuk rasa pada prinsipnya dilindungi oleh Undang-Undang, Kepolisian berkewajiban mengawal, menjaga dan mengayomi dalam pelaksanaan unjuk rasa. Namun ada yang dilupakan, dalam aksi ini tidak menyampaikan permohonan tertulis, seharusnya tiga hari sebelum aksi harus dilayangkan izin aksi unjuk rasa, dan itu diatur oleh Undang-Undang. Tapi unjuk rasa sudah terjadi dan saya percaya pada perwakilan kordinator aksi bisa meredam masyarakat tidak berbuat anarkis, tolong jaga kepercayaan karena itu tidak bisa di beli,” tegas Akp. Doddy Rosyadi, Kapolsek Nanggung.

“Bila ada yang anarkis akan menimbulkan tindak pidana kita akan jerat dengan tiga pasal, yaitu bisa kita kenakan pasal 170, 406 dan pasal 351 dengan maksimal kurungan lima tahun. Kita tidak ada kepentingan apapun, bagi saya perda No.6 Tahun 2014 tetap dilaksanakan. Secara yuridis Odang tetap masih jadi Kades Nanggung dan menjadi kewajiban saya untuk menjaga simbol-simbol negara dan masyarakat, kita sudah kerahkan kekuatan 88 personil untuk mengawal, menjaga dan mengayomi bukan menjadi lawan bagi para pengunjuk rasa, saya beri ijin unjuk rasa sampai jam 11:30 dan bubar dengan tertib,” tutup Doddy.

Advertisement

Unjuk rasa warga berlangsung cukup kondusif, meski ada beberapa warga yang kecewa terhadap musyawarah yang dilakukan oleh unsur BPD dan perwakilan Masyarakat. Mereka menuntut Kades Nanggung Odang untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena menilai bahwa mereka tidak pantas dipimpin oleh Kades yang berkelakuan bejat.

“Kita sengaja datang kesini untuk menuntut Kades Nanggung Odang untuk turun dari jabatannya secara terhormat, kami tidak mau di pimpin oleh Kades berkelakuan bejat, kami minta supaya dia (Odang -Red) hadir dan mengumumkan pengunduran diri secara terbuka ke masyarakat atau melalui surat terbuka pengunduran diri dari jabatannya dan meminta ke BPD mengakomodir Aspirasi kami warga masyarakat Desa Nanggung,” pinta Khotib, perwakilan masyarakat dalam mediasi dengan Kapolsek, Sekcam, Danramil, BPD dan Muspika Kecamatan Nanggung.

Sekcam Nanggung Tirta Juwarta menjelaskan bahwa dia tidak bisa memutuskan. “Ada mekanisme yang di atur dalam pengangkatan dan penurunan Kepala Desa, kalau sudah sesuai baru bisa di lakukan dan itupun kapasitasnya Bupati,” jelasnya.

Aspirasi yang di lakukan oleh warga ini belum ada jalan tengah, sementara Kades  Nanggung H. Odang tidak ada di lokasi. Akhirnya warga membubarkan diri setelah diberi penjelasan oleh salah satu perwakilan mereka akan tuntutan aspirasi penurunan Kades H.Odang.

“Sekarang saya mohon untuk membubarkan diri dengan tertib dan aspirasi kita serahkan ke BPD untuk menjalankannya dan kita akan kawal sampai aspirasi tuntutan kita di setujui,” ujar H.Ukar, salah satu perwakilan masyarakat dan koordinator aksi unjuk rasa. (Dian Pribadi/Farid)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Kades yg tidak punya kesantunan maklum tidak berpendidikan makanya pendidikan itu penting mas

Leave a comment

Your email address will not be published.


*