Peredaran Miras Kian Meresahkan, Kafe Idola Tetap Berkibar

Tempat Hiburan Malam (ilustrasi)
Tempat Hiburan Malam (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Kekejaman minuman oplosan sudah terkenal. Masih hangat, 25 orang tewas akibat menenggak minuman oplosan di kawasan Depok Sleman, Yogyakarta.

Hal tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi daerah lainnya, agar terus berperang melawan peredaran miras. Terutama bagi penegak Perda, tak terkecuali di Bumi Tegar Beriman.

Pasalnya, penegakan hukum di Kabupaten Bogor masih terbilang mandul dalam memberantas narkoba dan minuman keras. Hal tersebut terlihat dengan masih bebasnya cafe-cafe malam membuka usahanya tanpa tersentuh hukum kendati tidak mempunyai ijin.

Seperti cafe Idola yang berada didepan mata karena terletak di dalam terminal Cibinong. Mereka dengan leluasa membuka usahanya meskipun beberapa kali kerap membuat masalah mulai dari keributan hingga korban tewas akibat meminum minuman keras.

“Mereka konon menjual minuman keras dari kadar alkohol rendah hingga yang tinggi, namun hingga saat ini keberadaan mereka masih bebas dan tak tersentuh hukum, dimana program nongol babat (nobat) yang dulu digadang-gadang akan membawa perubahan?” ujar ketua Forum Mahasiswa Bogor, Rahmatullah kepada Kupas Merdeka, Senin (8/2/16).

Alonk sapaan akrap aktivis mahasiswa yang selalu menyoroti kinerja Bupati Bogor Nurhayanti, meminta agar jangan hanya Cafe-Cafe saja yang harus ditindak. Penyuplai minuman, agen-agen tanpa surat izin haus diberi sangsi tegas seperti agen miras milik seorang bandar miras yang sering disapa “Bos Bima” yang memiliki usaha agen miras di wilayah Ciriung kecamatan Cibinong, selaku salah satu penyuplai minuman haram di sejumlah kafe di Kabupaten  Bogor tidak tersentuh hukum.

Advertisement

Menurutnya, penegak Perda di Kabupaten Bogor masih membuka sebelah mata. Dan dalam prakteknya yang dilakukan Satpol PP berupa razia dan pembongkaran tempat hiburan malam terbukti tak menunjukan hasil yang memuaskan. “Beberapa THM bahkan yang sudah disegel, selang tak berapa lama mereka buka kembali,” tuturnya.

Sementara itu, sebelumnya ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, meminta kepada dinas terkait agar menutup keberadaan kafe Idola yang menurutnya, keberadaan cafe seperti itu malah merugikan dan merusak moral generasi muda.

“Jika terbukti menjual minuman keras dan menyediakan wanita malam, tutup saja kafe-kafe seperti itu, dan jadikan contoh daerah lain yang sudah banyak memakan korban akibat minuman keras, dan jangan sampai Kabupaten Bogor ini bisa kena imbasnya,” jelasnya belum lama ini. (Wawan/Aril/Faizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*