Aliansi Indonesia Temukan Pungutan Liar Dalam Program Lisdes

Gery Permana dari Aliansi Indonesia kritisi pungli dalam program Lisdes (dok. KM)
Gery Permana dari Aliansi Indonesia kritisi pungli dalam program Lisdes (dok. KM)

BOGOR (KM) – Seharusnya pekerjaan Listrik Pedesaan (Lisdes) diberikan secara gratis sebagai program pemerintah menggerakkan ekonomi pedesaan, tetapi masih banyak saja pungutan liar.

Ini ditemukan oleh Tim KM di Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Walaupun pengadaannya gratis dan nyatanya untuk kepentingan rakyat miskin, tetapi masih saja ada oknum yang mengutip keuntungan pribadi.

Setiap warga penerima manfaat semestinya mendapatkan listrik gratis ke rumah dengan daya 450 VA. Namun menurut penelusuran wartawan, warga pemanfaat Lisdes merasa keberatan untuk membayar sejumlah uang, menurut E, 32th (Warga Cimayang).

“Saya dipintai pak RW sebesar Rp. 150.000 karena alasan kabelnya tidak sampai. Lalu saya disuruh tambah uang Rp. 100.000 lagi jadi totalnya Rp. 250.000 pada saat pemasangan tiga bulan yang lalu,” katanya. Hal senada juga disampaikan warga lainnya, W (40 th), yang menyatakan, “katanya untuk uang rokok petugas pemasang listrik tapi kok sampai ratusan ribu,kami sebagai rakyat miskin keberatan”.

Menurut Gery Permana dari Aliansi Indonesia, “ Dalam pemasangan Lisdes tersebut puluhan masyarakat dimintai uang dengan nominal variasi dari Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 250.000. Hal ini juga ada laporan dan pengaduan beberapa masyarakat. Dalam menanggapi hal ini kami akan segera meminta klarifikasi kepada Kepala Desa Cimayang, karena hasil investigasi kami di lapangan menemukan adanya oknum dari aparatur desa setempat meminta uang. Hal ini harus segera ditindak lanjuti karena ini merupakan suatu pelanggaran dan harus segera diusut tuntas,” ujarnya. Ketika Tim mengklarifikasi ke Kades setempat, ia tidak berada di tempat, dan aparat Desa yang lainnya enggan memberi komentar, padahal jelas- jelas menurut Kabid ESDM Bachtajar Muslimin, “Lisdes itu untuk masyarakat yang tidak mampu, oleh karenanya dalam pemasangan listrik masyarakat yang berhak mendapatkan aliran listrik tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis,” ujarnya, pada saat pencanangan Program Lisdes untuk 7.385 rumah tahun lalu. Demikianlah penelusuran Tim wartawan KM di wilayah Kecamatan Pamijahan. (Tim KM)

Advertisement
Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*