Seorang Bocah Tenggelam di Bawah Jembatan Sungai Kapuas Hulu

Warga evakuasi jenazah seorang anak yang tenggelam di sungai di Putussibau, Kapuas Hulu, Senin (25/1)
Warga evakuasi jenazah seorang anak yang tenggelam di sungai di Putussibau, Kapuas Hulu, Senin (25/1)

PUTUSSIBAU, KALBAR (KM) – Seorang anak laki-laki yang diketahui bernama Tegar, umur 13 tahun, siswa sekolah SLB Kec. Putussibau Selatan, Kab. Kapuas Hulu ditemukan tewas tenggelam pada Senin (25/1) pukul 15.00 WIB di bawah jembatan Sungai Kapuas.

Menurut keterangan ayah korban, Sukamto (53), pada pukul 15.00 korban mandi di Sungai Kapuas, tepatnya di bawah jembatan Kapuas bersama teman-temannya, namun ketika mereka pulang paka pukul 16.00, mereka tidak menyadari kalau ada salah satu temanya (korban) yang masih ketinggalan karena pulangnya tidak bersamaan.

Pada pukul 17.30, orang tua korban mencari anaknya karena korban belum pulang ke rumah, kemudian orang tua korban menanyakan kepada teman bermainnya. Salah satu diantara mereka mengatakan kalau korban sebelumnya ikut mandi bersama-sama di Sungai Kapuas, kemudian orang tua korban mencari di Sungai Kapuas dan menemukan pakaian korban, dan selanjutnya melaporkan ke Polsek Kota.

Menanggapi laporan orangtua korban, pada pukul 18.15, anggota Polsek Kota dibantu oleh Pol Airut dan anggota Koramil 1206-06/Psb beserta warga melakukan pencarian sekitar di bawah jembatan Kapuas. Nahasnya, pada pukul 19.45 WIB korban ditemukan tersangkut di tiang jembatan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Selanjutnya korban di bawa ke RSUD Dr.Achmad Diponegoro, Jalan Kom Yos Sudarso Putussibau untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Sampai saat ini kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian Polres Kapuas Hulu.

Sementara itu, dalam pantauan di lapangan, Jembatan Kapuas Putussibau tersebut setiap harinya dijadikan tempat bermain anak-anak. Setiap hari, tepatnya pada sore hari, anak-anak mandi dan melompat dari Jembatan ke sungai. Atas kondisi tersebut, tidak satu pun aparat dari pihak kepolisian atau Satlantas yang mengawasi atau pun Satpol PP yang melakukan pencegahan, karena perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut bukan hanya mengancam keselamatan mereka, tetapi juga keselamatan pengguna jembatan, apalagi jembatan tersebut merupakan infrastruktur kunci penghubung di Putussibau.(budi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*