GMNI Bogor Raya Konsisten Perjuangkan Hak Rakyat Kecil

Ketua GMNI Bogor Raya, Desta Lesmana memimpin orasi di depan Pengadilan Bogor saat sidang gugatan SE Asyura. (dok. KM)
Ketua GMNI Bogor Raya, Desta Lesmana memimpin orasi di depan Pengadilan Bogor saat sidang gugatan SE Asyura. (dok. KM)

Selama kurun waktu di tahun 2015, GmnI Bogor konsisten dengan ideologi organisasi, yaitu senantiasa berpikir dan berjuang untuk kepentingan kaum marhaen atau kaum yg tertindas.

Berikut beberapa gerakan yang sudah kami lakukan di 2015 ini:

  1. Beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa, audiensi dengan DPRD dan walikota Bogor, serta melakukan kajian hukum bersama para praktisi hukum dari FH UNPAK dan LBH KBR terkait penolakan mall dan hotel di terminal Baranangsiang bersama elemen-elemen lainnya yaitu KPTB, PMKB, GMKI, PMKRI dan HMI MPO.
  2. Melakukan advokasi penelantaran jamaah umroh asal Bogor kota yang bernama Ustad Asep yang terlantar di Arab Saudi selama 6 bulan dalam keadaan sakit. Pihak travel yang memberangkatkannya enggan bertanggung jawab dan kami bersama elemen lain melakukan aksi unjuk rasa ke Balaikota Bogor karena Pemkot Bogor menutup mata atas yang menimpa warganya, sehingga akhirnya Kementerian Agama mengundang kami dan keluarga Ustad Asep untuk berdiskusi tentang pemulangannya. Alhamdulillah, Ustad Asep kini telah pulang dan pihak keluarga tidak dibebankan biaya apapun.
  3. Advokasi bersama PMKB pembebasan jenazah pasien yang disandera RS Vania selama 12 jam karena tidak mampu membayar biaya perawatan secara penuh.
  4. Advertisement
  5. Advokasi bersama yang tergabung dalam ANAS GETOL (Aliansi Nasional Gerakan Toleransi) mengenai kecaman terhadap Surat Edaran Walikota Bogor tentang pelarangan peringatan Asyura oleh penganut Syiah yang berujung adanya deklarasi kelompok intoleran dengan nama ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah). GmnI Bogor Raya yang tergabung dalam Anas Getol melakukan upaya-upaya perlawanan terhadap segala bentuk gerakan intoleran di kota Bogor dan di seluruh Indonesia.
  6. Advokasi PKL di Pasar Anyar Bogor.
  7. Advokasi kriminalisasi saudara Miki, aktivis lingkungan desa Antajaya kab. Bogor – GmnI Bogor brsama LBH KBR, Yayasan Satu Keadilan, SPRI dan masyarakat desa Anta Jaya memperjuangkan hak Miki yang dijebloskan ke penjara atas kesalahan yang tidak ia buat hingga akhirnya pengadilan memutus bebas.

Demikian laporan akhir tahun 2015 GmnI Bogor Raya kepada masyarkat Kota/kab Bogor dan seluruh rakyat Indonesia. Di resolusi 2016, GmnI Bogor Raya berharap tetap konsisten berjuang untuk rakyat tertindas.

Kontributor KM: Desta Lesmana, Ketua GMNI Bogor Raya

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*