Enggan Tindak Tegas Provokator, Polisi bak Macan Ompong

Sebilah pisau dan alat yang bisa digunakan sebagai senjata yang diamankan dari salah satu anggota kelompok Cepi Cs pada saat demo di Galuga (dok. KM)
Sebilah pisau dan alat yang bisa digunakan sebagai senjata yang diamankan dari salah satu anggota kelompok Cepi Cs pada saat demo di Galuga (dok. KM)

Cibungbulang (KM) – Aksi demo yang dilakukan Sekretariat bersama Ormas Bogor Barat diwarnai oleh aksi premanisme sekelopok orang yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Masyarakat Bogor Banten (LSM PMBB), yang mencoba melakukan aksi provokasi yang menyulut emosi kerumunan pendemo yang sedang memberhentikan truk-truk sampah dan mengarahkan untuk kembali karena tidak dibolehkan membuang sampah ke TPA Galuga sebelum disepakati semua tuntutan mereka.

Aksi premanisme yang di motori Cepi cs ini memberhentikan dan menurunkan sopir serta meminta kunci kontak mobil. Aksi ini mengundang benturan fisik di kedua belah pihak yang mengakibatkan kemacetan.

“Sengaja kami lakukan aksi ini untuk mendukung pemerintah saja, jangan sampai membuat kemacetan, mau di buang kemana sampah dari kota dan kabupaten Bogor kalau tidak boleh masuk ke TPA Galuga. Jangan cegat begitu saja. Kali satu hari berapa ribu ton sampah yang menumpuk, apa mau Kota dan Kabupaten Bogor jadi kota sampah,” tegas Dwi ketua umum PMBB.

“Kalau mau demo langsung saja ke DKP kenapa di jalan yang membuat kemacetan yang akhirnya bikin rugi masyarakat, kalian seperti anak kecil saja,” tambah Cepi.

Sayang, aksi provokasi yang dilakukan Cepi cs ini tidak mendapatkan tindakan apapun dari pihak kepolisian, bak macan ompong tidak berdaya untuk mengamankan dan menindak tegas provokator pengacau aksi demo damai yang dilakukan Sekber Ormas Bogor Barat, seolah ada pembiaran yang sudah jelas, karena didapatkan mereka (Cepi cs) membawa senjata tajam.

Ketika dikonfirmasi menanggapi kurang tegasnya tindakan kepolisian untuk mengamankan dan menangkap provokator, Kapolsek Cibungbulang AKP Roni diam tidak bisa menjawab. Sikap ini pula yang sangat di sayangkan oleh kordinator demo, Zaenal Abidin, dan seluruh anggota sekber Ormas Bogor Barat.

“Seharusnya pihak berwajib menangkap mereka, bukan membiarkan, kalau pihak berwajib tidak mampu biarkan kami yang akan menangkap, sudah jelas mereka salahi àturan dan memprovokasi kami, mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Kami lakukan demo sudah memenuhi prosedur dan mendapatkan ijin dari Kapolres, kami tahu aturan dan kami melakukan aksi damai bukan anarkis, sepertinya mereka sudah teratur dan terorganisir, sepertinya mereka sengaja dibayar oleh pihak DKP untuk menjegal aksi kami, saya sayangkan kenapa pihak kepolisian tidak bertindak tegas menangkap Cepi cs,” tegas Zaenal.

Aksi ini bisa reda oleh Soga yang merupakan salah satu tokoh masyarakat dan juga pembina Sekber Ormas Bogor Barat yang menemui dan menenangkan Cepi.

“Sabar, tenang nanti kita duduk bersama semua sudah di seting, jangan bikin keributan apalagi sampai adu fisik kita masih saudara, ini adalah pembuktian bahwa ini untuk kepentingan masyarakat bukan perseorangan, kamu sama mengatasnamakan masyarakat apalagi kami sekber ormas Bogor Barat yang terdiri dari sebelas Ormas sama mengatasnamakan masyarakat,” tegas Soga.

Disinggung keterlibatan atau aktor intelektual di balik aksi yang di lakukan Cepi Cs, Kepala UPTD TPA Galuga Iwan Permana menjelaskan bahwa “Cepi ada kaitannya di TPA Galuga karena dia merupakan tenaga padat karya di kita, makanya saya sengaja datang untuk meredam jangan sampai ada bentrokan, menjaga dari tindakan anarkis,” tegasnya.

Di duga ada keterlibatan orang-orang DKP di balik aksi provokasi yang di lakukan LSM PMBB (Cepi dan Dwi) dan tidak dibenarkan pula apa yang di lakukan mereka, karena sudah melanggar hukum dan sayang pihak kepolisian tidak bisa menindak tegas aksi yang melanggar hukum tersebut. (Dian Pribadi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*