Purwabakti Gelar Upacara Sedekah Bumi

seren taun Purwabakti
Peserta acara adat "Seren Taun" atau Sedekah Bumi yang digelar di desa Purwabakti (dok. KM)

PAMIJAHAN (KM) – Upacara Adat Seren Taun merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Sunda pada saat panen padi setiap tahun. Dengan penuh khidmat dan semarak upacara adat ini berlangsung di desa Purwabakti, kecamatan Pamijahan. Upacara adat ini mempunyai simbol atau ungkapan rasa syukur masyarakat atas apa yang telah dilakukan dan diraihnya selama bercocok tanam, khususnya tanaman padi.

Selain digelar dengan khidmat dan sakral, upacara adat Seren Taun pun digelar dengan meriah. Kemeriahan upacara ini diikuti berbagai kalangan masyarakat sekitar, juga masyarakat dari beberapa daerah. Dalam upacara ini yang menjadi objek utama adalah padi, sebab padi merupakan simbol kemakmuran dan makanan pokok sehari-hari bagi masyarakat Sunda. Selain itu anda juga akan menyaksikan berbagai kesenian dan pertunjukan khas Sunda yang ditampilkan.

Purwabakti adalah salah satu desa di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang masih tetap memegang teguh nilai-nilai budaya peninggalan nenek moyang kita. Kini, desa Purwabakti dipimpin oleh Kades Mulyadi, yang mampu mengajak segenap elemen masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya yang mengandung pesan-pesan moral yang begitu tinggi untuk bisa menikmati, mensyukuri dan menghormati atas semua nikmat yang telah di berikan Allah melalui alam ini.

Seren Taun atau Sedekah Bumi adalah menyerahkan tahun yang sudah dan menerima tahun yang akan datang. Tujuannya adalah untuk mengingatkan bahwa kita hidup di alam, maka jangan merusak alam, dan harus mensyukuri atas segala nikmat yang alam berikan. Timbal baliknya, jangan hanya bisa menanam tapi harus menjaga lewat sedekah bumi.

Dalam sambutannya, Ki Lurah, sapaan akrab Mulyadi, mengatakan, “kita harus bisa memberikan manfaat walaupun kecil, tutulung kanu butuh tatalang kanu susah. Kita harus yakin ke Allah tapi ingat kata Allah jangankan minta ke Dia, tanpa di pintapun Allah pasti akan memberi, karna Allah sudah menyediakan semua untuk kita. Pintalah ke orang tua, ibu, bapak, nenek dan kakek kita, kalau berbuat dosa ke orang tua kita bagaimana kita akan memiliki dunia,” tuturnya.

“Acara ini rutin di lakukan oleh warga desa Purwabakti setiap setahun sekali dan telah di lakukan secara turun temurun dari nenek moyang kita. Kami bangga terhadap Ki Lurah Mulyadi yang mampu mempertahankan tradisi dan adat budaya kita yang penuh dengan pesan-pesan moral akan pentingnya kita menjaga kestabilan alam ini melalui sedekah bumi,” tutur Daus, warga desa Purwabakti.

Ki Lurah Mulyadi mengajak semua warganya untuk tetap waspada terhadap bahaya bencana longsor dan bangga atas kekuatan masyarakat sehingga dapat terlaksana acara Seren Taun dengan sukses. “Kita sebagai orang tatar Sunda harus silih asah, silih asih, silih asuh, tidak di terima Iman Islam kita kalau kita masih punya dosa ke sesama,” tutup Ki Lurah.

Ia menekankan bahwa sungguh banyak pesan moral yang begitu tinggi yang bisa kita ambil dari acara Seren Taun ini, dan berharap agar anak-cucu kita bisa melestarikannya. (Dian/wan)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*