Polres Bogor Amankan 27 Gurandil

Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)
Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)

BOGOR (KM) – Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor, kembali berhasil mengamankan sedikitnya 27 penambang liar atau gurandil yang beraksi di wilayah PT Antam Tbk, selama kurun waktu 2 bulan terakhir. Dari 27 orang tersebut, 2 diantaranya merupakan petugas keamanan dari PT Antam sendiri yang disinyalir membantu melancarkan aksi para penambang liar tersebut.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan bahwa 27 penambang liar tersebut berhasil diamankan pasca operasi penertiban gurandil di wilayah PT Antam beberpa waktu lalu. “Mereka semua kita amankan pasca penertiban gurandil di Antam. Ada juga 23 orang lainnya yang berhasil diamankan sebelum operasi dan kini tengah menjalanlan sidang,” kata Suyudi pada kupasmerdeka.com, Jumat (4/12/15).

Suyudi menambahkan, ada 2 orang yang merupakan petugas keamanan di wilayah Antam yang terlibat dalam aksi pencurian emas liar yakni berinisial AW dan DA.

“Ada 2 orang satpam Antam yang kami amankan karena terlibat dalam aksi penambangngan liar di wilayah PT Antam,” tambahnya.

Lebih lanjut Suyudi menjelaskan, kedua petugas keamanan tersebut bertugas untuk membantu meloloskan dan membiarkan para gurandil tersebut masuk ke wilayah Antam dan membiarkan penambang liar tersebut beraksi di wilayahnya.

“Jadi kedua satpam ini bekerja untuk meloloskan para gurandil yang masuk ke wilayah Antam untuk mengambil emas di lubang-lubang liar,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya akan terus memeriksa kedua satpam tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut yang tidak menutup kemungkinan masih ada oknun dari PT Antam sendiri yang terlibat dalam penambangan liar.

“Masih akan kami dalami penangkapan satpam tersebut. Tidak menutup kemungkingkan masih ada oknum lain yang terlibat dalam pencurian tersebut,” tuturnya.

Kini, ke 27 orang tersebut harus meringkuk di sel tahanan Polres Bogor dan akan diancam dengan Pasal 161 UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar. (Sahrul/Aril/Faisal)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*