Plesiran Direksi RSUD Cibinong ke Yogyakarta Diduga Menggunakan Dana Siluman

sheraton yogya
Sheraton Yogyakarta, dimana direksi dan staf RSUD Cibinong melakukan pelesiran dengan dana yang diduga siluman.

BOGOR (KM) – Isu yang berkembang terkait plesiran Direksi Rumah Sakit Daerah (RSUD) Cibinong ke Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Jawa Tengah pada pertengahan bulan November lalu kini mulai mencuat. Pasalnya, keberangkatan ratusan staf direksi RSUD Cibinong tersebut patut dipertanyakan karena menggunakan anggaran siluman yang tak jelas asal-usulnya.

Menurut narasumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, memang benar plesiran sekitar kurang lebih 150 orang staf direksi yang diketahui selama 3 hari dua malam. Anehnya, anggaran yang digunakan oleh pejabat Direksi RSUD Cibinong itu tak jelas asal usulnya.

“Berangkatnya pada pertengahan bulan November lalu selama 3 hari dua malam ke Yogyakarta,” kata dia pada Kupas Merdeka, Minggu (13/12/15).

Dia menjelaskan, hal itu pun diperparah dari jumlah staf Direksi RSUD Cibinong yang terdiri dari suster, bidan, dan tenaga kesehatan, masing-masing mendapat uang saku mulai dari Rp.1 juta sampai dengan Rp 1.5 juta rupiah. Namun, anggaran yang digunakan untuk plesiran itu pun tidak tercatat di Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kabupaten Bogor hingga menghabiskan sebesar Rp. 3 miliar rupiah.

Advertisement

“Aneh saja, kok di penggunaan APBD Kabupaten Bogor tidak ada terkait plesiran ratusan orang di direksi itu. Berarti mereka secara garis besar kan memakai anggaran dari mana, apalagi saat di Yogyakarta mereka menginap selama 3 hari 2 malam di Hotel berbintang empat yaitu Hotel Sheraton, dimana dalam sehari bisa mencapai Rp.1 juta hingga Rp1.4 juta per malam. Maka dari itu, saya menginginkan ketegasan pejabat tinggi Pemkab Bogor dalam Sekda dan Bupati Bogor agar mempertanyakan plesiran tersebut,” pungkasnya. (Sahrul/Aril/Faisal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*