Konflik Rumah Tangga, Anak Linggis Ayah Kandungnya Hingga Sekarat

anak linggis ayah kandung
Kondisi TKP penganiayaan seorang pria oleh anak kandungnya sendiri. (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tragis, anak kandung yang tega menganiaya ayah kandungnya sendiri hanya karena dipicu masalah sepele kembali terulang. Kali ini peristiwa naas itu menimpa Puji Widodo (51), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Griya Indah Serpong, blok A 8, no 1 RT 02 RW 14, desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Hal itu dipicu oleh konflik dalam rumah tangga, dimana hubungan antara korban dengan istrinya sudah tidak harmonis.

Menurut kapolsek Gunung Sindur, Kompol Agus menerangkan, kronologis kejadian berawal pada hari sewaktu tetangga rumah sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang berkumpul, kemudian warga mendengar teriakan dari rumah korban memanggil-manggil nama anaknya yakni AN (15) sekira pukul 21.45 WIB. Mendengar jeritan korban, kemudian tetangga korban yaitu Yanto (40) mendatangi kediaman korban, dan pada saat dia sampai di TKP, Yanto lalu melihat ada darah di lantai bagian tengah rumah.

“Karena saksi Yanto tidak tahan melihat darah yang ada di TKP, lalu saksi tersebut keluar lagi dan meminta bantuan kepada tetangga yang lain sekitar TKP,” kata kompol Agus ketika dihubungi Kupas Merdeka, Kamis (17/12/15) pagi.

Kompol Agus menambahkan, ketika pada waktu saksi dan beberapa masyarakat kembali ke rumah korban, pintu rumah korban dikunci dari dalam, kemudian tanpa berfikir panjang Yanto yang dibantu warga setempat lalu mendobrak pintu tersebut, alhasil di temukan korban sudah tergeletak di lantai tengah rumah dengan kondisi berlumuran darah dan sekarat.

“Selanjutnya oleh warga korban langsung dilarikan ke rumah sakit RSUD Tangerang Selatan, Banten untuk mendapatkan pertolongan dan visum,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, orang yang diduga sebagi pelaku kini sudah diamankan di mako polsek Gunung Sindur. Tersangka dikenal tak lain AN (15) anak kandung dari Puji Widodo (51) korban penganiayaan oleh anaknya sendiri.

“Adapun luka korban yang di alami yakni luka sobek terbuka pada bagian kepala atas, luka terbuka sobek di bagian pelipis kiri, luka pada jari manis kanan, dan luka bengkak pada bagian dahi korban. Kemudian 1 buah handphone BlackBerry yang dapat di amankan serta 1 buah linggis dan 1 buah pisau yang digunakan untuk melukai korban,” tutupnya. (Sahrul/Aril/Faisal)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*