Komisi II: Kinerja UPT Dispenda Dinilai Tak Maksimal

Anggota DPRD Kab. Bogor di Komisi II, Hendrayana. (stock)
Anggota DPRD Kab. Bogor di Komisi II, Hendrayana. (stock)

BOGOR (KM) – Terhutang bayar terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor kini telah mencapai angka fantastis, lantaran hampir sekitar Rp. 900 miliar pada tahun 2015 ini nilai dari Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang belum terlunasi oleh penanggung pajak yakni masyarakat Bumi Tegar Beriman.

Anggota komisi II DPRD Kabupaten Bogor partai Hanura, Hendrayana mengatakan sebanyak 1.7 juta lebih lembar SPPT yang keluar pada tahun 2015 ini, namun hanya 700 ribuan yg terbayar, sisanya masih terhutang sekitar 1 juta lebih.

“Saya anggap itu kesalahan UPT Perpajakan Daerah yang berada 20 unit kantor di Kabupaten Bogor. Dan angka itu sangat fantastis bagi saya, dimana pajak terhutang dari sekitar 1 juta lebih lembar SPPT yang belum terlunasi bagi pembayar PBB. Hingga pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini harus menanggung kerugian bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Hendrayana pada Kupas Merdeka, Senin (21/12/15).

Advertisement

Menurutnya, kinerja UPT Perpajakan Daerah sebanyak 20 unit kantor yang membawahi di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dinilai kurang optimal.

“Saya kira sosialisasi UPT Perpajakan Daerah itu kepada masyarakat sangat kurang maksimal. Seharusnya mereka jemput bola langsung turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan soal perpajakan tersebut, bukan hanya duduk dimeja saja,” geramnya.

Lebih lanjut politisi partai Hanura tersebut menambahkan, secara pribadi dirinya-nya sangat menginginkan kinerja pihak UPT Perpajakan Daerah itu kedepannya agar lebih ditingkatkan dalam pelunasan PBB oleh masyarakat yang masih terhutang bayar hingga 1 juta lebih lembar SPPT tersebut.

“Jika kerja mereka maksimal kan tentunya PAD kita sangat tinggi. Kalau kerjanya seperti ini gimana menambah PAD dan membangun Kabupaten Bogor termaju di Indonesia,” kesalnya. (Sahrul/Aril)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*