Warga Sisi Sungai Cikaniki Geruduk Perusahaan Pencemar

Demo Warga Cikaniki yang menuntut PT. BAI atas pencemaran sungai.
Demo Warga Cikaniki yang menuntut PT. BAI atas pencemaran sungai.

Leuwisadeng, Bogor 12/11/2015 (KM) – Ratusan warga sisi sungai Cikaniki dari desa Cibanteng kecamatan Leuwisadeng yang dicemari limbah perusahaan menggeruduk PT Bentonik Alam Indonesia (PT. BAI) tbk pada Rabu 11/11. Mereka menuding pabrik Bentonit itu telah mencemari sungai Cikaniki.

Rombongan warga masyarakat mulai berdatangan ke PT BAI sekitar pukul 9.00 WIB. Mereka berjalan kaki sekitar 2 kilometer, dan sebagian lainnya menumpang mobil pikap milik Ormas. Demonstarn yang terdiri dari pria dan wanita berusia paruh baya itu langsung memenuhi halaman gerbang pabrik sambil menyerukan protes.

Demontrasi itu sempat memanas saat warga juga mencoba masuk pintu gerbang. Suasana tersebut bisa diredam setelah mengajak koordinator lapangan aksi untuk berembuk dengan perwakilan dari PT. BAI.  Setelah berunding, warga bersedia membubarkan aksi unjuk rasa dan kembali ke desanya masing-masing.

Dalam aksinya, warga mengajukan empat tuntutan, yaitu:

  1. Hentikan jenis pembuangan limbah berbahaya ke sungai Cikaniki yang menimbulkan dampak kerusakan dan matinya seluruh mahluk hidup di air sungai, sehingga berbahaya dan tidak dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti berwudhu, mandi, minum, dan sebagainya. Air limbah beracun sehingga berbahaya jika dikonsumsi dan gatal setelah dipakai mandi.
  2. Tindak tegas dan penjarakan pemilik PT.Bentonit Alam Indonesia tbk karena telah lalai sehingga menyebabkan kerusakan ekosistem sungai, sehingga tidak ada kehidupan sungai. Selain itu masyarakat sisi sungai Cikaniki kekurangan air bersih karena perusahaan membuang limbah ke sungai selama berpuluh-puluh tahun dan pemerintah daerah terkait enggan menindak. Copot Kepala Badan lingkungan Hidup kab. Bogor yang tidak becus bekerja.
  3. Ganti rugi ternak-ternak msyarakat yang mati karena meminum air sungai Cikaniki yang tercemar.
  4. Berikan jaminan adanya ekosistem untuk kehidupan air sungai Cikaniki, buatkan keramba ikan di 10 titik aliran sungai Cikaniki sebagai indikator kehidupan sungai. Kalau ada ikan yang bisa hidup di sungai, maka bisa dipastikan air sungai itu tidak beracun dan akhinya bisa menjadi sungai sehat, seperti idaman pemerintah dan masyakat yang akan membawa pada kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut Forum warga Cikaniki (Porwacika) Yudi, pencemaran limbah terjadi di seluruh wilayah yang dialiri sungai Cikaniki, oleh sebab itu warga di sekitar sisi sungai Cikaniki itu tak lagi dapat mengandalkan air sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. “Bukan hanya itu, limbah juga membuat ikan di sungai pada mati. Kalau musim kemarau seperti ini, kami ambil air dari mana? Sumur pada kering, air sungai yang biasanya bisa digunakan untuk bersuci, mandi, juga tercemar. Jangankan untuk minum manusia, hewan ternak saja mati kalau diberi minum air sungai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika persoalan ini tidak di bereskan warga mengancam bakal mengerahkan warganya Lebih banyak lagi. “Pokonya kembalikan sungai kami seperti semula, harus bersih dan dapat digunakan seperti dulu, kalau tidak kami siap membawa masa lebih banyak lagi,” imbuh Yudi.

Ormas Lembaga anti Korupsi (LAKI ) sebagi pendamping masyarakat mengatakan bahwa ada 12 desa yang tercemar limbah selama bertahun-tahun. Menurutnya saat diminta konfirmasi, PT BAI akhirnya belum memberikan jawaban yang pasti alias nihil. “Pihak pabrik berjanji, tapi sampai saat ini belum ada realisasi,” pungkasnya. (wawan)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*